CV taaruf 'babe'


Wkwkwkwk
Saat ketemu tulisan ini,
selain tawa yg membahana, wajah saya dan MJ pun merah padam.
Ya, ini adalah
CV saya sebagai proses awal taaruf.
betapa dulu saya dan MJ pernah CULUN….polos….naif…
(plus grammar sy yg kacau balau)

dan dengan Bismillah, CV ini kami publikasikan.
bukan utk pamer,
tp mungkin ada yg perlu ‘literatur’ / mengetahui bagaimana sih bentuk
CV taaruf.
bagaimana bahasanya?
apa saja data yg harus ditampilkan.
CV ini SENGAJA saya edit,
coz ada nama harakah,lembaga, dll

dan saya komentarin disana sini , hehe

CURRICULUM VITAE


Nama
Nama Lengkap                        : MJ
Nama Panggilan                      : J
Nama Populer                         : Panglimalaga
Nama Santri                            : Gus J

TTL                                        : Rembang, 3 Agustus 1983
                                                (Hurey! aku dpt brondong!)
Keluarga
Ayah                                       : Muhammad Zairin (alm)
Ibu                                           : Siti Ruqoyyah
Posisi                                       : Anak ke 7 dari 7 bersaudara

Alamat
Alamat Daerah                        : Jl Masjid No 72 RT/RW 02/03 Desa Landoh Kec Sulang    
              Kab Rembang Jawa Tengah 59254
Alamat Rumah Depok            : Jl Kentang No 48 Perum Depok I Beji Depok 16424
Alamat Kantor I                      : Indonesia Muda Institute
  Jl Margonda Raya No 259 B Depok 16424
Alamat Kantor II                    : PT. Bayu Buana Gemilang
  Jl Tebet Timur Dalam 2 No 19 Tebet, Jakarta Selatan

Telephon
Telephon Rumah                     : (021)7521327
Telephon Kantor                     : (021)7863713
Hand Phone                            : 085697650525

E-mail
E-mail 1                                   : panglimalaga@gmail.com
E-mail 2                                   : panglimalaga@yahoo.com

Foto                                        : saya lampirkan. (maaf saya jarang ambil gambar sendiri
  walau ada kamera dig sendiri)
                                                  Kalau butuh photo lain, kayaknya di friendster saya
  masih ada foto2 lama.
(aih !)
Pendidikan
Sarjana (S1)                             : Teknologi Pangandan Gizi, Fateta, IPB
Pasca Sarjana (S2)                   : Magister Sosiologi, FISIP, UI (sedang berjalan)

Pekerjaan
Pekerjaan 1                              : Manajer Riset dan Pengembangan Bisnis
  PT Bayu Buana Gemilang divisi Agroindustri
Pekerjaan 2                              : Direktur Indonesia Muda Institute
Pekerjaan 3                              : Pemimpin Umum Koran The Campus

Bisnis
Bisnis 1                                   : Toko kelontong di rumah depok
Bisnis 2                                   : Toko Buku di Masjid UI (dalam tahap negosiasi)


Dakwah
Amanah 1                                : Koordinator Pengembangan Pesantren Mahasiswa
  Ath-Thayyibi, Universitas Indonesia
Amanah 2                                : Penanggung Jawab Dakwah Universitas Indonesia
Amanah 3                                : Tim Departemen Kastrad PP Gema Pembebasan
Amanah 4                                : Tim Lajnah Tsaqofiyah Muda
Amanah 5                                : Tim Lajnah zzzzzzzzzzzzz
Pribadi
Tinggi                                      : ± 170 cm
Berat                                       : ± 60 kg
Karakter                                  : Feeling (model STIF)
                                                  Koleris (model SKPM)
Karakter kepemimpinan          : Visioner Transformatif
Karakter dakwah                    : Progresif Intelektual
Hobi                                        : Koleksi Buku Sosial-Politik-Ekonomi-Kultur
  -PemikiranIslam-StretegiPerang
                                                  Membaca buku yang dikoleksi
                                                  Mendiskusikan ide2 dalam buku
                                                  Membangun jaringan strategis
Hobi lama yang tersisa            : Nonton EPL,LaLiga,Liga Italia, Liga Champion
Buku favorit                            : 33 Strategi Perang karya Robert Greene

Guru
Beberapa guru utama dan ilmu yang saya pelajari dari mereka :
Syamsuddin Ramadhan          : belajar tentang filosofi hidup, sikap loyal dan wara’
Gus Juned                               : belajar tentang teknik membangun jaringan dakwah
Irwan Saifullah                       : belajar tentang perjuangan menembus batas
Abu Ulya                                : belajar tentang bekerja cepat dan dakwah di ruang kritis
Muhammad Al-Khatthath      : belajar tentang konsistensi dakwah tingkat tinggi
Sobrun Jamil                           : belajar tentang idealisme perjuangan dan how to be rich
Sudadi                                     : belajar tentang keteraturan dakwah
Wahiddudin                            : belajar tentang semangat pantang menyerah
Rohmat S. Labieb                   : belajar tentang berfikir dan bertindak syar’ie
Munarman                               : belajar tentang berfikir dan bertindak politis
Fadly Zon                               : belajar tentang how to be Intelectual activist
Hafidz Abdurrahman              : belajar tentang kesabaran dalam berdakwah
Dan guru-guru lainnya yang sangat saya hormati.



Bismillahirrahmaanirrahiim


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dear Sukma, tulisan yang saya buat ini hanya akan memuat kondisi terakhir saya saat ini, dengan pemikiran-pemikiran serta harapan-harapannya. Sebuah cerita panjang tentang perjalanan hidup lengkap dengan penyempurnaan bertahap pemahaman filosofi tentang kehidupan kiranya akan saya ceritakan kepada Sukma secara verbal jika Allah menghendakinya. Karena cerita tersebut mengemban pengalaman jatuh bangun, bangkit kembali, hingga beberapa kali yang membutuhkan banyak energi untuk mengenangnya. Sampailah diriku pada titik yang ada saat ini. Saya akan menguraikan beberapa poin diantaranya aktifitas dakwah, pekerjaan dan bisnis, pendidikan, karakter/kepribadian, beberapa dream n plan, serta sedikit pandangan tentang perempuan.

  1. Aktifitas Dakwah
Pada hakikatnya, saya harus sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada saya saat ini. Dimana salah satu nikmat itu adalah kepercayaan yang Allah berikan terkait keterlibatan saya dalam dakwah tingkat tinggi hingga sekarang. Mungkin ungkapan tingkat tinggi ini agak arogan, tapi saya hanya ingin menekankan terkait dakwah di Ibukota (Jakarta). Tidak semua syabab berani ke Jakarta. Jakarta menyimpan peluang besar sekaligus konsekwensi besar. Dakwah di Jakarta tidak akan dapat dijalankan dengan tempo seperti dakwah di daerah lain. Level percepatan, karakter syabab, tingkat kesulitan hidup, tingkat stress, dan factor lain menyebabkan tidak banyak syabab yang bertahan dengan baik dalam dakwahnya di Jakarta.
Namun keyakinan dan darah muda saya mengatakan lain. Revolusi akan terjadi di Ibukota, bukan di daerah. Sehingga bagaimanapun juga perjuangan di Jakarta harus berjalan berkali-kali lipat lebih intensif daripada perjuangan daerah lain. Idealisme inilah yang menyebabkan saya secara pribadi akan menjadi pilar penjaga berjalannya perubahan besar di Ibukota.
Saya ke Jakarta tahun 2005 sampai sekarang. Pada awalnya mendapat amanah sebagai PKDK 2 Jakarta. Banyak pembenahan segera saya lakukan, beberapa SDM dari Bogor saya datangkan untuk membantu menggempur Jakarta. Hasilnya, alhamdulillah mahasiswa Jakarta mulai bergolak. GP Jakarta sangat aktif melakukan demonstrasi, Dauroh, Kontak, dll. Namun ditengah tugas, ada kesalahpahaman dengan PKDK I Nasional. Akhirnya saya dicopot, walau kemudian diangkat dan dicopot kembali. (perjalanan ini akan sangat menarik diceritakan karena menyimpan pertarungan ide, strategi, dan lobi2 politik sehingga menguras banyak energi, pikiran, dan perasaan saya waktu itu).
Selama proses bertarung sebagai PKDK 2 Jakarta itulah saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Bersentuhan langsung dengan politik nasional, berkawan dengan tokoh-tokoh nasional, memimpin aksi-aksi nasional, merancang pergerakan kontra kapitalis bersama kawan-kawan dari multi ideology, dll. Namun dari keterlibatan saya itu pula, menyadarkan saya akan betapa ada ruang keropos di harakah, tidak ada regenerasi di harakah. Harakah telah semakin berumur, badannya telah semakin besar, sedangkan tugas nasional semakin banyak. Kenyataan ternyata anak-anak muda tidak siap mensupport generasi tua, mereka hanya sibuk beretorika tentang pernikahan atau gerakan underground. Kesenjangan ini sudah banyak dikeluhkan pengurus, namun mereka juga tidak berbuat banyak karena kesibukan mereka. Generasi Muda harus bangkit dan mulai menyusuri kembali jalan perjuangan dilevel tertinggi sebagaimana pernah dirintis generasi tua sewaktu mereka muda dulu.
Keluhan saya ini saya ceritakan kepada salah satu syabab konglomerat (mantan aktifis mahasiswa juga). Dan dia sangat mendukung ide2 yang saya lontarkan, karena diapun memiliki kekhawatiran yang sama terkait kondisi syarikah. Dari sinilah bermula aktifitas dakwah utama saya saat ini, yaitu membongkar kebuntuan dakwah di UI dan mempersiapkannya menjadi mesin dakwah kampus baru yang akan melahirkan generasi-generasi baru harakah lima atau sepuluh tahun mendatang yang siap meneruskan estafet perjuangan tingkat tinggi. Sebagai catatan, dakwah kampus  Harakahtelah menyentuh UI sejak tahun 90-an, namun hingga 2007 belum mampu membuahkan hasil yang baik. Kader yang ada sedikit dan banyak hilag, tidak ada system dll. Mereka mengatakan dakwah di UI sangat susah karena mahasiswa UI hedon, kritis, dan harakah lain sudah menjadi raksasa di sana dengan menguasai semua LDK dan BEM. Namun sebuah fakta bukanlah sesuatu yang dapat dirubah. Selama target masih dalah jangkauan rasio, maka usaha rasional strategis pasti dapat dilakukan. Tahap penggempuran UI untuk menjadikannya sebagai salah satu basis dakwah kampus Harakah dimulai. Saya datang sendirian dan secara pribadi bukan lewat struktur ke kampus UI. Karena saat itu saya telah resmi dicopot lagi dari amanah PKDK 2 Jakarta. Namun idealismelah yang menggerakkan saya. Selamat berjuang !. Jadilah dalam waktu 6 bulan dimulai April 2007 pertarungan dimulai. Alhamdulillah tangga sudah mulai dinaiki,  di UI sekarang kita punya sekitar 40 pelajar baru. Masjid UI yang selama belasan tahun dikuasai tarbiyah (SALAM UI), alhamdulillah Ramadhan 1428 kemarin takluk. Sekarang pihak masjid UI telah mempercayakan kepengurusan bidang dakwah Masjid UI kepada kita (para daris). Dan SALAM UI dipindahkan kantornya dari masjid ke Pugiwa (pusat kegiatan mahasiswa) yang tempatnya agak mencil bareng UKM2 lainnya. Pintu gerbang menuju system rekruitmen massal syarikah di UI sudah terbuka, namun masih butuh banyak perjuangan untuk membongkar hegemoni. UI disiapkan sebagai basis generasi muda harakahuntuk yang melahirkan pejuang-pejuang level nasional satu decade mendatang.
 Dalam posisi inilah pula, akhirnya saya sekarang harus mampu menjadi jembatan antara generasi muda, generasi tua, dan sumber dana. Maka Sukma dapat melihat amanah-amanah dakwah yang saya emban di Harakah (ada di Biodata). Yaitu di Lajnah Fa’aliyah , Penyiapan Lajnah Tsaqofiyah muda, PP Gema Pembebasan, PJ dakwah UI, Pesantren Mahasiswa sebagai tempat penggodokan mahasiswa, atau tugas-tugas insidental lainnya. Saya sering terlibat banyak dalam aksi-aksi besar harakah, seperti menjadi koordinator penggalangan massa aksi nasional 3 maret “SKMDdengan Syari’ah”, koordinator penggalangan massa aksi sejuta umat RUU APP, koordinator mahasiwa dan pemuda aksi nasional Koalisi Ganyang Bush, termasuk aksi-aksi kecil dan menengah yang susah diingatnya. Terakhir terlibat pula dalam KKI sebagai koordinator penggalangan massa mahasiswa dan OKP.
Harapan saya, saya memang mampu menjadi salah satu pilar penjaga berjalannya revolusi di Jakarta. Dalam hemat saya, Revolusi kebangkitan khilafah ini tampaknya belum akan terjadi di era generasi tua saat ini, tetapi kebangkitan itu akan terjadi pada saat usia matang generasi-generasi muda militan progresif.
Kadang saya bertanya, kapan saya berfikir tentang kehidupan pribadi? Tetapi jawabannya saya kutip dari penyataan guru saya tentang sebuah hadist bahwa Jika kau kejar dunia maka dunia itu akan berlari menjauhimu, tetapi jika yang kau keja adalah Allah (dengan dakwah) maka dunia akan berlomba-lomba mendekatimu. (hal ini benar-benar saya rasakan sendiri dan akan saya ungkap dalam penjelasan tentang pekerjaan).
Sehingga prinsip saya totalitas dalam perjuangan. Dakwah adalah hidup saya, dakwah adalah poros kehidupan saya. Segala potensi yang saya miliki akan saya optimalkan untuk kepentingan dakwah.

2. Pekerjaan
Saat ini saya menjalani tiga pekerjaan, yaitu sebagai Direktur Indonesia Muda Institute, Pemimpin umum Koran The Campus, dan Manajer Riset dan Pengembangan Bisnis PT Bayu Buana Gemilang (BBG) divisi AgroIndustri. Dua pekerjaan awal adalah cita-cita ku sewaktu menjadi aktifis, yaitu memiliki sebuah LSM atau lembaga kajian level nasional/Jakarta di level muda dan cita-cita memimpis sebuat penerbitan media massa. Mungkin cita-cita ini aneh bagi orang lain. Tapi disitulah tantangannya yaitu melawan arus. Dua bidang tersebut semuanya nirlaba, bahkan uang tabunganku terkurang untuk mendanainya, selain juga dana dari funding. Tetapi karena keduanya bergerak menyokong dakwah UI juga, maka insyaallah akan menjadi amal jariyah bagi saya. Dari pekerjaan social tersebut saya juga menjadi hobi hunting buku. Saya punya koleksi hampir 300 judul buku social, politik, ekonomi, pemikiran Islam, kritik budaya, stategi perang, dan filsafat yang saya simpan di perpustakaan Indonesia Muda Institute.
Pekerjaan saya yang ketiga adalah pekerjaan utama saya untuk mendapatkan uang untuk kuliah dan keperluan sehari-hari sebagai aktivis. Sebenarnya pekerjaan tersebut bukan sekedar saya bekerja dan digaji, akan tetapi sebenarnya sebuah tim beranggotakan 4 orang untuk merintis pendirian perusahaan baru cabang dari PT BBG di bidang AgroIndustri. Salah satu dari anggota tim itu adalah saya. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan produk hasil perkebunan Kelapa, Karet, dan Coklat. Perkebunan inti dan pabrik kami ada di Kepulauan Nias, di daerah Teluk Dalem. Ribuan hektar kebun di Nias nantinya akan dikembangkan lagi dengan ribuan hektar lainnya di Kalimantan Timur untuk perkebunan Jagung Hibrida. Namun saat ini yang berjalan baru produk kelapa, karena kita baru mulai September 2007. Jadi awal ini akan menjadi ujian dalam pendirian sebuah perusahaan apakah dia mampu running produksi dengan baik, punya kualitas, dan mampu bertahan. Semoga Allah memudahkan. Saya di perusahaan ini menangani riset produk, riset tanaman budi daya, dan Marketing Produk. Kantor untuk sementara masih di Gedung PT BBG di Tebet, namun dalam waktu dekat akan pindah ke kantor baru khusus untuk Agro Industri.
Selain pekerjaan di atas, saya juga suka menekuni bisnis. Namun banyak yang saya hentikan karena saya tidak focus. Saya pernah bisnis wartel, warnet, supplier computer, ticketing semua pada waktu kuliah di IPB. Pernah juga punya profesi sebagai makelar tanah, makelar hasil pertanian, juga pernah di MLM. Terakhir pernah coba bisnis konfeksi dan agensi koran dan majalah. Sekarang semua saya hentikan karena saya akan focus di bisnis AgroIndustri. Yang saya sisakan cuma tinggal sebuah toko kelontong di depan rumah di Depok.

3. Pendidikan
Pendidikan sarjana saya adalah di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Jurusan ini sebenarnya adalah jurusan paling favorit di IPB karena lulusannya paling cepat kerja. Belum lulus biasanya perusahaan sudah banyak yang mengantri untuk merekrutnya. Saat ini kawan-kawan kuliah saya sudah banyak malang melintang di perusahaan-perusahaan terutama perusahaan makanan dan minuman. Namun saya memilih lain. Satu tahun pada tahun ke empat kuliah saya menyatakan akan off dulu. Pada waktu off ini saya mencalonkan diri menjadi salah satu kandidat Presiden Mahasiswa BEM KM IPB. Pencalonan saya ini memang saya maksudkan untuk menggugah  kepesimisan BKIM IPB (LDH yang kita miliki di IPB) yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mencalonkan dalam Kampanye BEM lagi. Dapat ditebak hasilnya, kalah dengan tim lain. Namun Kampanye BEM waktu itu menjadi kampanye yang paling ramai dan paling banyak kandidatnya. Tujuan untuk melecutkan kembali semangat politik kampus di BKIM IPB juga berhasil. Terbukti tahun berikutnya BKIM IPB mencalonkan kandidat BEM lagi. Sayang, tahun berikutnya kepesimisan itu muncul lagi di BKIM IPB yang aktifis2nya terkena sindrom nikah muda.
Setelah gagal di kampanye BEM, terjadi bencana Tsunami di Aceh. Dan saya memberanikan diri untuk menjadi salah satu relawan masa-masa awal ke Aceh. Waktu itu saya ditempatkan di Meulaboh, Aceh Barat. Saya di sana selama 5 minggu. Masa di Aceh ini benar-benar menggembleng saya dalam sebuah dunia yang serba semrawut, kurang makan, bergerak cepat, dan tahan banting. Di Aceh saya bertemu dengan Asdir Aceh yaitu Abu Ulya. Dia menjadi salah satu guru favorit saya. Saya belajar darinya tentang bagaiman hidup di dunia yang keras dan kritis.
Setelah dari Aceh saya membantu mengembangkan kembali Gema Pembebasan Pusat yang sedang kritis kepemimpinan. Sambil mengerjakan penelitian akhir tentang enzim. Kemudian sempat bersinggungan dengan Pepei Dwipangga dan kami membesarkan Hamboss Community sebagai kritik atas lembeknya aktifis dakwah kampus. Setelah semuanya,saya kemudian pergi ke Jakarta dan menjalani kehidupan sebagai aktifis jalanan.
Pendidikan pascasarjana saya di Jurusan Magister Sosilogi, FISIP UI. Saya memilih sosiologi karena ingin mendalami ilmu tentang konstruksi masyarakat barat. Ilmu ini nantinya akan sangat berperan dalam usaha membangun karakter dakwah saya, selain tentunya ilmu2 lain khususnya llmu mutabanat.

4. Karakter/ Kepribadian
Perkara yang ke empat adalah karakter/kepribadian. Penjelasan ini mungkin sangat subyektif karena penilainya diri sendiri. Pribadi saya dapat dikategorikan dalam wilayah koleris dalam analisis SKPM (Sanguninis-Koleris-Plegmatis-Melankolis) dan Feeling dalam STIF (Sensing-Thinking-Intuiting-Feeling). Kedua karakter ini biasa melekat pada seseorang yang punya sifat leadership tinggi. Namun sebagaimana karakter pemimpin lainnya, selain sifat-sifat yang baik juga memiliki sifat yang harus dikendalikan, seperti sifat keras kepala, mudah marah, kurang teratur, mudah lupa, dll. Sehingga kenapa seorang pemimpin puncak selalu butuh asisten untuk mampu menutupi kekurangannya. Namun saya sudah menyadari hal tersebut sejak lama. Saya sudah belajar keras tentang bagaimana mengatasi kelemahan-kelemahan itu dan semakin mengoptimalkan kualitas kepemimpinannya.
Karakter kepemimpinan saya adalah visioner transformasional (metanoiac). Karena karakter ini maka saya sering berhasil menjadi pemimpin yang baik dalam masa-masa sulit, masa transformasi. Saya biasanya menjadi pelopor perubahan untuk sebuah kemandegan pergerakan, seperti kasus di IPB, di Dakwah Kampus Jakarta, di Gema Pembebasan, di UI, termasuk penyiapan generasi muda adalah sebuah upaya perubahan di masa mendatang. Karena karakter yang dominan ini, saya biasanya butuh kawan atau asisten jika organisasi sudah mulai masuk ke zona maintenance kembali.
Selain metanoiac, saya juga seorang perancang strategi baik grand strategi atau teknis. Pekerjaan pembangunan organisasi sering saya analogikan seperti sebuah peperangan, sehingga ada strategi menyerang atau bertahan. Saya mengasah kemampuan ini dengan banyak membaca buku strategi perang, teknik negosiasi, membangun jaringan strategis, atau manajemen konflik. Buku filosofi hidup atau psikologi juga sering saya baca untuk meningkatkan sense of intuition yang saya miliki ketika berhadapan dengan orang atau masyarakat.
Selain karakter diatas, saya mengusung karakter dakwah yang progresif intelektual. Saya banyak bersinggungan dengan berbagai gerakan, seperti gerakan buruh, LSM, Nasionalis, tarbiyah (moral), kritik kultur, atau hedonis. Masing-masing gerakan punya misi perubahan. Namun tidak semuanya akan berhasil dan signifikan. Begitu juga corak dakwah di kalangan muda. Saya memperhatikan kalangan muda harakah saat ini mulai terbagi pada dua karakter, yaitu karakter rohis yang lembut, menekankan nafsiyah, pengen cepet lulus kuliah, pengen cepet kerja, dan pengen cepet nikah. Pembicaraannya tak jauh antara akhwat, kerja, atau studi. Akhirnya dakwah mereka akan mentok pada level bawah karena menganggap pembangunan keluarga sebagai hal paling utama.  Jarang mereka bicara tentang revolusi. Kelompok yang kedua adalah kecenderungan underground. Radikal dalam wacana dan tulisan, cenderung narsis dan sarkas. Kritik dalam tulisan mereka bagus tetapi kurang fakta politis dan intelektual. Hal ini karena mereka biasanya suka berwacana tapi malas berbuat. (juga Subyektif penilaian ini).
Kedua kecenderungan kelompok tersebut, menurut saya tidak akan melahirkan generasi muda  yang revolusioner, kritis, ideologis, dan berbasis pemikiran. Sehingga akan menjadi lemah dan mudah dipatahkan perjuangannya dan mudah dibantahkan argumennya. Saya kira ini kurang baik untuk masa depan harakah. Namun saya tidak mengatakan mereka salah. Hanya ada sisi yang lemah dalam kultur perjuangan tersebut. Dan kultur itu dapat dirubah.
Karena itulah saya mengusung karakter progresif intelektual. Saya ingin mencetak generasi muda yang memiliki semangat juang tinggi, rela berkorban untuk dakwah, cerdas, intelektual, dan berani berjuang sampai pada level tertinggi. Sehingga pos-pos pemimpin di tengah-tengah umat nanti mampu mereka tempati untuk memimpin mereka menuju revolusi. Kaum sosialis radikal di Eropa dan Rusia kalah oleh para borjuis karena mereka progressif intelektual.
Untuk itulah generasi muda harakah ini tidak boleh loyo, lengah, malas, merasa cukup, dan kurang baca buku dan berita. Mereka harus tangguh, waspada, rajin, tidak pernah puas dengan capaian dakwah, berilmu karena banyak baca buku, rajin baca koran mengikuti perkembangan politik global, anti kemapanan, dan berani berjuang sampai level tertinggi. Karena hal ini jugalah, maka saya bersikeras untuk melanjutkan pendidikan saya di Pascasarjana Sosiologi UI. Saya juga ingin menjadi seorang progresif yang benar-benar intelektual. Saatnya generasi muda memimpin revolusi!
5. Mimpi dan Target
Dalam bahasan kedua tentang apa mimpi saya, apa rencana-rencana saya di tahun mendatang, saya akan menjelaskan dengan singkat dalam tulisan. karena saya butuh ruang verbal untuk menjelaskannya.

Mimpi dakwah pribadi saya adalah menjadi salah satu pemimpin kebangkitan Islam.

Target dalam 1 tahun mendatang :
Dakwah :
1.      UI telah menjadi dakwah kampus utama.
2.      Program regenerasi berjalan baik
3.      Terbentuk Tim Muda Lajnah Tsaqofiyah yang berkualitas
4.      Terbentuk Tim Muda Lajnah Fa’aliyah yang berkualitas
5.      Pesantren mahasiswa dapat berjalan optimal (murid, ustadz, sistem, keuangan)
Pekerjaan :
1.      Indonesia Muda Institute semakin signifikan perkembangannya
2.      Perusahaan AgroIndustri dapat beroperasi dengan baik.
3.      Koran The Campus semakin luas perannya dalam Pembentukan opini mahasiswa Jakarta
Pribadi :
1.      Sudah Menikah
2.      Perkuliahan S2 berjalan lancar


6. Bagaimana pandangan tentang seorang istri yang baik?
      Seorang perempuan tetaplah seorang perempuan, mahluk yang bernama manusia tetapi berbeda dengan laki-laki. Walaupun lembaran buku-buku psikologi perempuan, feminisme, atau kitab-kitab tentang perempuan muslimah dibaca berulang-ulang. Tetaplah perempuan menyimpan misteri.
Karakternya yang khas yang sering menggunakan afektif dalam tindakannya membuat rasio seorang laki-laki terkadang tidak mampu menjangkaunya. Jadi mungkin saya menyisakan pertanyaan kepada Sukma yang kebetulan juga seorang psikolog perempuan untuk menjelaskan kepada Adam ini bagaimana perempuan memandang dirinya sendiri sebagai perempuan. Penjelasan yang murni ini tentu saja akan sangat membantu seorang laki-laki untuk mampu membawa diri dihadapan perempuan yang menjadi haknya dan yang bukan haknya. Pertanyaan ini nanti jika Allah mengizinkan mohon di jawab.
Akan tetapi, seorang istri bagi laki-laki ibarat amanah yang harus dia bimbing sehingga dapat selamat di dunia dan Akhirat. Karenanya pula seorang Istri harus patuh pada suami selama tidak memerintahkannya berbuat kemaksiyatan.
Berjalannya rumah tangga ibarat kapal, dimana suami adalah nahkoda dan Istri adalah asistennya. Tidak boleh ada kecurigaan dan kebohongan, yang menyebabkan kapal akan berjalan tanpa arah dan akhirnya menghantam karang dan karam ke dasar lautan.
Filosofi hubungan suami istri adalah kepercayaan (trust). Suami percaya pada Istrinya, dan Istri percaya pada suaminya. Istri mendoakan suaminya, suami mendoakan istrinya.
Pasti akan selalu ada kelemahan dan kelebihan dari manusia, baik laki-laki atau perempuan. Rasa saling pengertian hendaknya menjadi landasan dalam menyikapi perbedaan itu. Namun kejujuran menjadi sebab munculnya rasa saling pengertian tersebut.
Sebagai manusia pula tidak akan luput dari dosa/salah. Maka hubungan suami Istri yang baik adalah kemauan untuk saling mengingatkan. Kontrol dan kritik adalah untuk kebaikan. Karena pada hakikatnya suami istri adalah satu. Jika salah satu menikam yang lain, maka sebenarnya hancurlah kedua-duanya.
Perlu dicermati untuk istri seorang pengemban dakwah. Kepentingan perjuangan dakwah dan jihad terkadang membuat seringnya meninggalkan rumah. Harusnya bukan kesedihan yang nampak dalam wajah istri. Tetapi wajah berseri karena mendapat berkah bersuamikan tetangga para Nabi dan Rasul di Surga nanti. Karena seorang istri yang shalihah akan mengikuti suaminya di Surga.
Jika suami terkena ujian dijalan dakwah dengan dipenjarakan, maka sang Istri tetap tabah menghadapi  ujian dari Allah SWT. Tetap mejaga amanah sebagai wakil rumahtangga mewakili sang pimpinan yang berhalangan.




Jadilah Istri yang mampu menjadi pensupport laksana Khadijah, jadilah yang mampu membahagiakan laksana Aisyah, jadilah yang luarbiasa ketabahannya laksana Asyiah, Jadilah yang rela berkorban laksana Masyitoh. Semuanya dijanjikan surga yang tinggi oleh Allah SWT.

“Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kerajaan
dan Maha Pelimpah Kasih (cinta).”

Wallahu a’lam bisshowabi.


Mungkin ini dulu, karena banyak energi yang dibutuhkan untuk membuka kembali folder-folder lama dalam otak. Saya akan lebih mampu menjelaskan diri saya dalam pembicaraan verbal dibandingkan menggunakan tulisan. Tanyakan saja banyak hal yang ingin diketahui dalam pembicaraan nanti. (Semoga Allah mengizinkannya)..

Jazakallah Khairan Katsiiran
Semoga Allah Memudahkan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 01 November 2007,
end at 03.45 pm

Hormat saya,
MJ



NOTE :
Tentu banyak perubahan dalam jalan hidup kita saat ini.
Pekerjaan yang kita pilih, dakwah yang kita pilih tidak lagi sama seperti apa yang kita rencanakan di masa taaruf dan khitbah dahulu.
Namun mungkin itulah idealisme kami,
Selalu bertransformasi dan mewarnai kehidupan , bahkan komitmen kita selanjutnya.
Thanxs, MJ....karena terus menggenggam erat tangan saya saat melalui ini semua.

Komentar

Postingan Populer