CV taaruf 'babe'
Wkwkwkwk
Saat ketemu tulisan ini,
selain tawa yg membahana, wajah saya dan MJ pun merah padam.
Ya, ini adalah CV saya sebagai proses awal taaruf.
betapa dulu saya dan MJ pernah CULUN….polos….naif…
(plus grammar sy yg kacau balau)
selain tawa yg membahana, wajah saya dan MJ pun merah padam.
Ya, ini adalah CV saya sebagai proses awal taaruf.
betapa dulu saya dan MJ pernah CULUN….polos….naif…
(plus grammar sy yg kacau balau)
dan dengan Bismillah, CV ini kami publikasikan.
bukan utk pamer,
tp mungkin ada yg perlu ‘literatur’ / mengetahui bagaimana sih bentuk CV taaruf.
bagaimana bahasanya?
apa saja data yg harus ditampilkan.
CV ini SENGAJA saya edit,
coz ada nama harakah,lembaga, dll
dan saya komentarin disana sini , hehe
CURRICULUM VITAE
Nama
Nama Lengkap : MJ
Nama Panggilan : J
Nama Populer :
Panglimalaga
Nama Santri :
Gus J
TTL :
Rembang, 3 Agustus 1983
(Hurey! aku dpt brondong!)
Keluarga
Ayah :
Muhammad Zairin (alm)
Ibu :
Siti Ruqoyyah
Posisi :
Anak ke 7 dari 7 bersaudara
Alamat
Alamat Daerah : Jl Masjid No 72 RT/RW 02/03 Desa
Landoh Kec Sulang
Kab Rembang Jawa Tengah
59254
Alamat
Rumah Depok : Jl Kentang No 48
Perum Depok I Beji Depok 16424
Alamat
Kantor I : Indonesia
Muda Institute
Jl Margonda Raya No 259 B Depok 16424
Alamat
Kantor II : PT. Bayu
Buana Gemilang
Jl Tebet Timur Dalam 2 No 19 Tebet, Jakarta Selatan
Telephon
Telephon
Rumah : (021)7521327
Telephon
Kantor : (021)7863713
Hand Phone : 085697650525
E-mail
E-mail 1 :
panglimalaga@gmail.com
E-mail 2 :
panglimalaga@yahoo.com
Foto :
saya lampirkan. (maaf
saya jarang ambil gambar sendiri
walau ada kamera dig sendiri)
Kalau butuh photo lain, kayaknya di
friendster saya
masih ada foto2 lama.
(aih !)
Pendidikan
Sarjana
(S1) :
Teknologi Pangandan Gizi, Fateta, IPB
Pasca
Sarjana (S2) : Magister
Sosiologi, FISIP, UI (sedang berjalan)
Pekerjaan
Pekerjaan 1 : Manajer Riset
dan Pengembangan Bisnis
PT Bayu Buana Gemilang divisi Agroindustri
Pekerjaan 2 :
Direktur Indonesia Muda Institute
Pekerjaan 3 :
Pemimpin Umum Koran The Campus
Bisnis
Bisnis 1 :
Toko kelontong di rumah depok
Bisnis 2 :
Toko Buku di Masjid UI (dalam tahap negosiasi)
Dakwah
Amanah 1 : Koordinator
Pengembangan Pesantren Mahasiswa
Ath-Thayyibi, Universitas Indonesia
Amanah 2 : Penanggung
Jawab Dakwah Universitas Indonesia
Amanah 3 : Tim Departemen
Kastrad PP Gema Pembebasan
Amanah 4 : Tim Lajnah
Tsaqofiyah Muda
Amanah 5 : Tim Lajnah zzzzzzzzzzzzz
Tinggi :
± 170 cm
Berat :
± 60 kg
Karakter :
Feeling (model STIF)
Koleris (model SKPM)
Karakter kepemimpinan :
Visioner Transformatif
Karakter dakwah :
Progresif Intelektual
Hobi :
Koleksi Buku Sosial-Politik-Ekonomi-Kultur
-PemikiranIslam-StretegiPerang
Membaca buku yang dikoleksi
Mendiskusikan ide2 dalam buku
Membangun jaringan strategis
Hobi lama yang tersisa :
Nonton EPL,LaLiga,Liga Italia, Liga Champion
Buku favorit :
33 Strategi Perang karya Robert Greene
Guru
Beberapa guru utama dan ilmu yang saya pelajari dari mereka
:
Syamsuddin Ramadhan :
belajar tentang filosofi hidup, sikap loyal dan wara’
Gus Juned :
belajar tentang teknik membangun jaringan dakwah
Irwan Saifullah :
belajar tentang perjuangan menembus batas
Abu Ulya :
belajar tentang bekerja cepat dan dakwah di ruang kritis
Muhammad Al-Khatthath :
belajar tentang konsistensi dakwah tingkat tinggi
Sobrun Jamil :
belajar tentang idealisme perjuangan dan how to be rich
Sudadi :
belajar tentang keteraturan dakwah
Wahiddudin :
belajar tentang semangat pantang menyerah
Rohmat S. Labieb : belajar tentang berfikir dan
bertindak syar’ie
Munarman :
belajar tentang berfikir dan bertindak politis
Fadly Zon :
belajar tentang how to be Intelectual activist
Hafidz Abdurrahman :
belajar tentang kesabaran dalam berdakwah
Dan guru-guru
lainnya yang sangat saya hormati.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Dear Sukma, tulisan yang saya buat ini hanya akan memuat kondisi terakhir
saya saat ini, dengan pemikiran-pemikiran serta harapan-harapannya. Sebuah
cerita panjang tentang perjalanan hidup lengkap dengan penyempurnaan bertahap
pemahaman filosofi tentang kehidupan kiranya akan saya ceritakan kepada Sukma secara
verbal jika Allah menghendakinya. Karena cerita tersebut mengemban pengalaman
jatuh bangun, bangkit kembali, hingga beberapa kali yang membutuhkan banyak
energi untuk mengenangnya. Sampailah diriku pada titik yang ada saat ini. Saya
akan menguraikan beberapa poin diantaranya aktifitas dakwah, pekerjaan dan
bisnis, pendidikan, karakter/kepribadian, beberapa dream n plan, serta sedikit
pandangan tentang perempuan.
- Aktifitas Dakwah
Pada hakikatnya, saya harus sangat bersyukur atas
nikmat yang Allah berikan pada saya saat ini. Dimana salah satu nikmat itu
adalah kepercayaan yang Allah berikan terkait keterlibatan saya dalam dakwah
tingkat tinggi hingga sekarang. Mungkin ungkapan tingkat tinggi ini agak
arogan, tapi saya hanya ingin menekankan terkait dakwah di Ibukota (Jakarta). Tidak semua
syabab berani ke Jakarta.
Jakarta
menyimpan peluang besar sekaligus konsekwensi besar. Dakwah di Jakarta tidak
akan dapat dijalankan dengan tempo seperti dakwah di daerah lain. Level
percepatan, karakter syabab, tingkat kesulitan hidup, tingkat stress, dan
factor lain menyebabkan tidak banyak syabab yang bertahan dengan baik dalam
dakwahnya di Jakarta.
Namun keyakinan dan darah muda saya mengatakan lain.
Revolusi akan terjadi di Ibukota, bukan di daerah. Sehingga bagaimanapun juga
perjuangan di Jakarta
harus berjalan berkali-kali lipat lebih intensif daripada perjuangan daerah
lain. Idealisme inilah yang menyebabkan saya secara pribadi akan menjadi pilar
penjaga berjalannya perubahan besar di Ibukota.
Saya ke Jakarta
tahun 2005 sampai sekarang. Pada awalnya mendapat amanah sebagai PKDK 2 Jakarta.
Banyak pembenahan segera saya lakukan, beberapa SDM dari Bogor
saya datangkan untuk membantu menggempur Jakarta.
Hasilnya, alhamdulillah mahasiswa Jakarta
mulai bergolak. GP Jakarta sangat aktif melakukan demonstrasi, Dauroh, Kontak,
dll. Namun ditengah tugas, ada kesalahpahaman dengan PKDK I Nasional. Akhirnya
saya dicopot, walau kemudian diangkat dan dicopot kembali. (perjalanan ini akan
sangat menarik diceritakan karena menyimpan pertarungan ide, strategi, dan
lobi2 politik sehingga menguras banyak energi, pikiran, dan perasaan saya waktu
itu).
Selama proses bertarung sebagai PKDK 2 Jakarta itulah
saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Bersentuhan langsung dengan
politik nasional, berkawan dengan tokoh-tokoh nasional, memimpin aksi-aksi
nasional, merancang pergerakan kontra kapitalis bersama kawan-kawan dari multi
ideology, dll. Namun dari keterlibatan saya itu pula, menyadarkan saya akan
betapa ada ruang keropos di harakah, tidak ada regenerasi di harakah. Harakah telah
semakin berumur, badannya telah semakin besar, sedangkan tugas nasional semakin
banyak. Kenyataan ternyata anak-anak muda tidak siap mensupport generasi
tua, mereka hanya sibuk beretorika tentang pernikahan atau gerakan underground.
Kesenjangan ini sudah banyak dikeluhkan pengurus, namun mereka juga tidak
berbuat banyak karena kesibukan mereka. Generasi Muda harus bangkit dan mulai
menyusuri kembali jalan perjuangan dilevel tertinggi sebagaimana pernah
dirintis generasi tua sewaktu mereka muda dulu.
Keluhan saya ini saya ceritakan kepada salah satu
syabab konglomerat (mantan aktifis mahasiswa juga). Dan dia sangat mendukung
ide2 yang saya lontarkan, karena diapun memiliki kekhawatiran yang sama terkait
kondisi syarikah. Dari sinilah bermula aktifitas dakwah utama saya saat ini,
yaitu membongkar kebuntuan dakwah di UI dan mempersiapkannya menjadi mesin
dakwah kampus baru yang akan melahirkan generasi-generasi baru harakah lima atau sepuluh tahun
mendatang yang siap meneruskan estafet perjuangan tingkat tinggi. Sebagai catatan,
dakwah kampus Harakahtelah menyentuh UI sejak tahun 90-an, namun hingga 2007 belum
mampu membuahkan hasil yang baik. Kader yang ada sedikit dan banyak hilag,
tidak ada system dll. Mereka mengatakan dakwah di UI sangat susah karena
mahasiswa UI hedon, kritis, dan harakah lain sudah menjadi raksasa di sana dengan menguasai
semua LDK dan BEM. Namun sebuah fakta bukanlah sesuatu yang dapat dirubah.
Selama target masih dalah jangkauan rasio, maka usaha rasional strategis pasti
dapat dilakukan. Tahap penggempuran UI untuk menjadikannya sebagai salah satu
basis dakwah kampus Harakah dimulai. Saya datang sendirian dan secara pribadi bukan
lewat struktur ke kampus UI. Karena saat itu saya telah resmi dicopot lagi dari
amanah PKDK 2 Jakarta. Namun idealismelah yang menggerakkan saya. Selamat
berjuang !. Jadilah dalam waktu 6 bulan dimulai April 2007 pertarungan dimulai.
Alhamdulillah tangga sudah mulai dinaiki,
di UI sekarang kita punya sekitar 40 pelajar baru. Masjid UI yang selama
belasan tahun dikuasai tarbiyah (SALAM UI), alhamdulillah Ramadhan 1428 kemarin
takluk. Sekarang pihak masjid UI telah mempercayakan kepengurusan bidang dakwah
Masjid UI kepada kita (para daris). Dan SALAM UI dipindahkan kantornya dari
masjid ke Pugiwa (pusat kegiatan mahasiswa) yang tempatnya agak mencil bareng
UKM2 lainnya. Pintu gerbang menuju system rekruitmen massal syarikah di UI
sudah terbuka, namun masih butuh banyak perjuangan untuk membongkar hegemoni.
UI disiapkan sebagai basis generasi muda harakahuntuk yang melahirkan
pejuang-pejuang level nasional satu decade mendatang.
Dalam posisi
inilah pula, akhirnya saya sekarang harus mampu menjadi jembatan antara
generasi muda, generasi tua, dan sumber dana. Maka Sukma dapat melihat amanah-amanah
dakwah yang saya emban di Harakah (ada di Biodata). Yaitu di Lajnah Fa’aliyah , Penyiapan Lajnah Tsaqofiyah muda, PP Gema Pembebasan, PJ dakwah UI, Pesantren
Mahasiswa sebagai tempat penggodokan mahasiswa, atau tugas-tugas insidental
lainnya. Saya sering terlibat banyak dalam aksi-aksi besar harakah, seperti menjadi
koordinator penggalangan massa aksi nasional 3 maret “SKMDdengan Syari’ah”, koordinator penggalangan massa aksi sejuta umat RUU APP,
koordinator mahasiwa dan pemuda aksi nasional Koalisi Ganyang Bush, termasuk aksi-aksi
kecil dan menengah yang susah diingatnya. Terakhir terlibat pula dalam
KKI sebagai koordinator penggalangan massa mahasiswa dan OKP.
Harapan saya, saya memang mampu menjadi salah satu pilar penjaga berjalannya revolusi di Jakarta. Dalam hemat saya, Revolusi kebangkitan khilafah ini tampaknya belum akan terjadi di era generasi tua saat ini, tetapi kebangkitan itu akan terjadi pada saat usia matang generasi-generasi muda militan progresif.
Harapan saya, saya memang mampu menjadi salah satu pilar penjaga berjalannya revolusi di Jakarta. Dalam hemat saya, Revolusi kebangkitan khilafah ini tampaknya belum akan terjadi di era generasi tua saat ini, tetapi kebangkitan itu akan terjadi pada saat usia matang generasi-generasi muda militan progresif.
Kadang saya bertanya, kapan saya berfikir tentang
kehidupan pribadi? Tetapi jawabannya saya kutip dari penyataan guru saya
tentang sebuah hadist bahwa Jika kau
kejar dunia maka dunia itu akan berlari menjauhimu, tetapi jika yang kau keja
adalah Allah (dengan dakwah) maka dunia akan berlomba-lomba mendekatimu. (hal
ini benar-benar saya rasakan sendiri dan akan saya ungkap dalam penjelasan
tentang pekerjaan).
Sehingga prinsip saya totalitas dalam perjuangan.
Dakwah adalah hidup saya, dakwah adalah poros kehidupan saya. Segala potensi
yang saya miliki akan saya optimalkan untuk kepentingan dakwah.
2. Pekerjaan
Saat ini saya menjalani tiga pekerjaan, yaitu sebagai
Direktur Indonesia Muda Institute, Pemimpin umum Koran The Campus, dan Manajer
Riset dan Pengembangan Bisnis PT Bayu Buana Gemilang (BBG) divisi AgroIndustri.
Dua pekerjaan awal adalah cita-cita ku sewaktu menjadi aktifis, yaitu memiliki
sebuah LSM atau lembaga kajian level nasional/Jakarta
di level muda dan cita-cita memimpis sebuat penerbitan media massa. Mungkin cita-cita ini aneh bagi orang
lain. Tapi disitulah tantangannya yaitu melawan arus. Dua bidang tersebut
semuanya nirlaba, bahkan uang tabunganku terkurang untuk mendanainya, selain
juga dana dari funding. Tetapi karena keduanya bergerak menyokong dakwah
UI juga, maka insyaallah akan menjadi amal jariyah bagi saya. Dari pekerjaan
social tersebut saya juga menjadi hobi hunting buku. Saya punya koleksi
hampir 300 judul buku social, politik, ekonomi, pemikiran Islam, kritik budaya,
stategi perang, dan filsafat yang saya simpan di perpustakaan Indonesia Muda
Institute.
Pekerjaan saya yang ketiga adalah pekerjaan utama saya
untuk mendapatkan uang untuk kuliah dan keperluan sehari-hari sebagai aktivis.
Sebenarnya pekerjaan tersebut bukan sekedar saya bekerja dan digaji, akan
tetapi sebenarnya sebuah tim beranggotakan 4 orang untuk merintis pendirian
perusahaan baru cabang dari PT BBG di bidang AgroIndustri. Salah satu dari
anggota tim itu adalah saya. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan produk
hasil perkebunan Kelapa, Karet, dan Coklat. Perkebunan inti dan pabrik kami ada
di Kepulauan Nias, di daerah Teluk Dalem. Ribuan hektar kebun di Nias nantinya
akan dikembangkan lagi dengan ribuan hektar lainnya di Kalimantan Timur untuk
perkebunan Jagung Hibrida. Namun saat ini yang berjalan baru produk kelapa,
karena kita baru mulai September 2007. Jadi awal ini akan menjadi ujian dalam
pendirian sebuah perusahaan apakah dia mampu running produksi dengan
baik, punya kualitas, dan mampu bertahan. Semoga Allah memudahkan. Saya di
perusahaan ini menangani riset produk, riset tanaman budi daya, dan Marketing
Produk. Kantor untuk sementara masih di Gedung PT BBG di Tebet, namun dalam
waktu dekat akan pindah ke kantor baru khusus untuk Agro Industri.
Selain pekerjaan di atas, saya juga suka menekuni
bisnis. Namun banyak yang saya hentikan karena saya tidak focus. Saya pernah
bisnis wartel, warnet, supplier computer, ticketing semua pada waktu kuliah di
IPB. Pernah juga punya profesi sebagai makelar tanah, makelar hasil pertanian,
juga pernah di MLM. Terakhir pernah coba bisnis konfeksi dan agensi koran dan
majalah. Sekarang semua saya hentikan karena saya akan focus di bisnis
AgroIndustri. Yang saya sisakan cuma tinggal sebuah toko kelontong di depan rumah
di Depok.
3. Pendidikan
Pendidikan sarjana saya adalah di Jurusan Teknologi
Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Jurusan ini sebenarnya
adalah jurusan paling favorit di IPB karena lulusannya paling cepat kerja.
Belum lulus biasanya perusahaan sudah banyak yang mengantri untuk merekrutnya. Saat
ini kawan-kawan kuliah saya sudah banyak malang
melintang di perusahaan-perusahaan terutama perusahaan makanan dan minuman. Namun
saya memilih lain. Satu tahun pada tahun ke empat kuliah saya menyatakan akan
off dulu. Pada waktu off ini saya mencalonkan diri menjadi salah satu kandidat
Presiden Mahasiswa BEM KM IPB. Pencalonan saya ini memang saya maksudkan untuk
menggugah kepesimisan BKIM IPB (LDH yang kita miliki di IPB) yang sudah bertahun-tahun tidak pernah
mencalonkan dalam Kampanye BEM lagi. Dapat ditebak hasilnya, kalah dengan tim lain. Namun Kampanye BEM waktu itu menjadi kampanye yang paling ramai dan
paling banyak kandidatnya. Tujuan untuk melecutkan kembali semangat politik
kampus di BKIM IPB juga berhasil. Terbukti tahun berikutnya BKIM IPB mencalonkan
kandidat BEM lagi. Sayang, tahun berikutnya kepesimisan itu muncul lagi di BKIM
IPB yang aktifis2nya terkena sindrom nikah muda.
Setelah gagal di kampanye BEM, terjadi bencana Tsunami
di Aceh. Dan saya memberanikan diri untuk menjadi salah satu relawan masa-masa
awal ke Aceh. Waktu itu saya ditempatkan di Meulaboh, Aceh Barat. Saya di sana selama 5 minggu. Masa
di Aceh ini benar-benar menggembleng saya dalam sebuah dunia yang serba semrawut,
kurang makan, bergerak cepat, dan tahan banting. Di Aceh saya bertemu dengan
Asdir Aceh yaitu Abu Ulya. Dia menjadi salah satu
guru favorit saya. Saya belajar darinya tentang bagaiman hidup di dunia yang
keras dan kritis.
Setelah dari Aceh saya membantu mengembangkan kembali
Gema Pembebasan Pusat yang sedang kritis kepemimpinan. Sambil mengerjakan
penelitian akhir tentang enzim. Kemudian sempat bersinggungan dengan Pepei
Dwipangga dan kami membesarkan Hamboss Community sebagai kritik atas lembeknya
aktifis dakwah kampus. Setelah semuanya,saya kemudian pergi ke Jakarta dan menjalani
kehidupan sebagai aktifis jalanan.
Pendidikan pascasarjana saya di Jurusan Magister
Sosilogi, FISIP UI. Saya memilih sosiologi karena ingin mendalami ilmu tentang
konstruksi masyarakat barat. Ilmu ini nantinya akan sangat berperan dalam usaha
membangun karakter dakwah saya, selain tentunya ilmu2 lain khususnya llmu
mutabanat.
4. Karakter/ Kepribadian
Perkara yang ke empat adalah karakter/kepribadian.
Penjelasan ini mungkin sangat subyektif karena penilainya diri sendiri. Pribadi
saya dapat dikategorikan dalam wilayah koleris dalam analisis SKPM
(Sanguninis-Koleris-Plegmatis-Melankolis) dan Feeling dalam STIF
(Sensing-Thinking-Intuiting-Feeling). Kedua karakter ini biasa melekat pada
seseorang yang punya sifat leadership tinggi. Namun sebagaimana karakter
pemimpin lainnya, selain sifat-sifat yang baik juga memiliki sifat yang harus
dikendalikan, seperti sifat keras kepala, mudah marah, kurang teratur, mudah
lupa, dll. Sehingga kenapa seorang pemimpin puncak selalu butuh asisten untuk
mampu menutupi kekurangannya. Namun saya sudah menyadari hal tersebut sejak
lama. Saya sudah belajar keras tentang bagaimana mengatasi kelemahan-kelemahan
itu dan semakin mengoptimalkan kualitas kepemimpinannya.
Karakter kepemimpinan saya adalah visioner
transformasional (metanoiac). Karena karakter ini maka saya sering berhasil
menjadi pemimpin yang baik dalam masa-masa sulit, masa transformasi. Saya
biasanya menjadi pelopor perubahan untuk sebuah kemandegan pergerakan, seperti
kasus di IPB, di Dakwah Kampus Jakarta,
di Gema Pembebasan, di UI, termasuk penyiapan generasi muda adalah sebuah upaya
perubahan di masa mendatang. Karena karakter yang dominan ini, saya biasanya
butuh kawan atau asisten jika organisasi sudah mulai masuk ke zona maintenance
kembali.
Selain metanoiac, saya juga seorang perancang strategi
baik grand strategi atau teknis. Pekerjaan pembangunan organisasi sering saya
analogikan seperti sebuah peperangan, sehingga ada strategi menyerang atau
bertahan. Saya mengasah kemampuan ini dengan banyak membaca buku strategi
perang, teknik negosiasi, membangun jaringan strategis, atau manajemen konflik.
Buku filosofi hidup atau psikologi juga sering saya baca untuk meningkatkan sense
of intuition yang saya miliki ketika berhadapan dengan orang atau
masyarakat.
Selain karakter diatas, saya mengusung karakter dakwah
yang progresif intelektual. Saya banyak bersinggungan dengan berbagai gerakan,
seperti gerakan buruh, LSM, Nasionalis, tarbiyah (moral), kritik kultur, atau
hedonis. Masing-masing gerakan punya misi perubahan. Namun tidak semuanya akan
berhasil dan signifikan. Begitu juga corak dakwah di kalangan muda. Saya
memperhatikan kalangan muda harakah saat ini mulai terbagi pada dua karakter, yaitu
karakter rohis yang lembut, menekankan nafsiyah, pengen cepet lulus kuliah,
pengen cepet kerja, dan pengen cepet nikah. Pembicaraannya tak jauh antara
akhwat, kerja, atau studi. Akhirnya dakwah mereka akan mentok pada level bawah
karena menganggap pembangunan keluarga sebagai hal paling utama. Jarang mereka bicara tentang revolusi. Kelompok
yang kedua adalah kecenderungan underground. Radikal dalam wacana dan
tulisan, cenderung narsis dan sarkas. Kritik dalam tulisan mereka bagus tetapi
kurang fakta politis dan intelektual. Hal ini karena mereka biasanya suka berwacana
tapi malas berbuat. (juga Subyektif penilaian ini).
Kedua kecenderungan kelompok tersebut, menurut saya
tidak akan melahirkan generasi muda yang revolusioner, kritis, ideologis,
dan berbasis pemikiran. Sehingga akan menjadi lemah dan mudah dipatahkan perjuangannya
dan mudah dibantahkan argumennya. Saya kira ini kurang baik untuk masa depan harakah. Namun saya tidak mengatakan mereka salah. Hanya ada sisi yang lemah dalam
kultur perjuangan tersebut. Dan kultur itu dapat dirubah.
Karena itulah saya mengusung karakter progresif
intelektual. Saya ingin mencetak generasi muda yang memiliki semangat juang
tinggi, rela berkorban untuk dakwah, cerdas, intelektual, dan berani berjuang
sampai pada level tertinggi. Sehingga pos-pos pemimpin di tengah-tengah umat
nanti mampu mereka tempati untuk memimpin mereka menuju revolusi. Kaum sosialis
radikal di Eropa dan Rusia kalah oleh para borjuis karena mereka progressif
intelektual.
Untuk itulah generasi muda harakah ini tidak boleh loyo,
lengah, malas, merasa cukup, dan kurang baca buku dan berita. Mereka harus
tangguh, waspada, rajin, tidak pernah puas dengan capaian dakwah, berilmu
karena banyak baca buku, rajin baca koran mengikuti perkembangan politik
global, anti kemapanan, dan berani berjuang sampai level tertinggi. Karena hal
ini jugalah, maka saya bersikeras untuk melanjutkan pendidikan saya di
Pascasarjana Sosiologi UI. Saya juga ingin menjadi seorang progresif yang
benar-benar intelektual. Saatnya generasi muda memimpin revolusi!
5. Mimpi dan Target
Dalam bahasan kedua tentang apa mimpi saya, apa
rencana-rencana saya di tahun mendatang, saya akan menjelaskan dengan singkat
dalam tulisan. karena saya butuh ruang verbal untuk menjelaskannya.
Mimpi dakwah pribadi saya adalah menjadi salah satu
pemimpin kebangkitan Islam.
Target dalam 1 tahun mendatang :
Dakwah :
1.
UI telah menjadi dakwah kampus utama.
2.
Program regenerasi berjalan baik
3.
Terbentuk Tim Muda Lajnah Tsaqofiyah yang berkualitas
4.
Terbentuk Tim Muda Lajnah Fa’aliyah yang berkualitas
5.
Pesantren mahasiswa dapat berjalan optimal (murid,
ustadz, sistem, keuangan)
Pekerjaan :
1.
Indonesia Muda Institute semakin signifikan
perkembangannya
2.
Perusahaan AgroIndustri dapat beroperasi dengan baik.
3.
Koran The Campus semakin luas perannya dalam
Pembentukan opini mahasiswa Jakarta
Pribadi :
1.
Sudah Menikah
2.
Perkuliahan S2 berjalan lancar
6. Bagaimana pandangan tentang seorang istri yang baik?
Seorang
perempuan tetaplah seorang perempuan, mahluk yang bernama manusia tetapi
berbeda dengan laki-laki. Walaupun lembaran buku-buku psikologi perempuan,
feminisme, atau kitab-kitab tentang perempuan muslimah dibaca berulang-ulang.
Tetaplah perempuan menyimpan misteri.
Karakternya yang khas yang sering menggunakan afektif
dalam tindakannya membuat rasio seorang laki-laki terkadang tidak mampu
menjangkaunya. Jadi mungkin saya menyisakan pertanyaan kepada Sukma yang
kebetulan juga seorang psikolog perempuan untuk menjelaskan kepada Adam ini
bagaimana perempuan memandang dirinya sendiri sebagai perempuan. Penjelasan
yang murni ini tentu saja akan sangat membantu seorang laki-laki untuk mampu
membawa diri dihadapan perempuan yang menjadi haknya dan yang bukan haknya.
Pertanyaan ini nanti jika Allah mengizinkan mohon di jawab.
Akan tetapi, seorang istri bagi laki-laki ibarat
amanah yang harus dia bimbing sehingga dapat selamat di dunia dan Akhirat.
Karenanya pula seorang Istri harus patuh pada suami selama tidak memerintahkannya
berbuat kemaksiyatan.
Berjalannya rumah tangga ibarat kapal, dimana suami adalah nahkoda dan
Istri adalah asistennya. Tidak boleh ada kecurigaan dan kebohongan, yang
menyebabkan kapal akan berjalan tanpa arah dan akhirnya menghantam karang dan
karam ke dasar lautan.
Filosofi hubungan suami istri adalah kepercayaan (trust).
Suami percaya pada Istrinya, dan Istri percaya pada suaminya. Istri mendoakan
suaminya, suami mendoakan istrinya.
Pasti akan selalu ada kelemahan dan kelebihan dari
manusia, baik laki-laki atau perempuan. Rasa saling pengertian hendaknya
menjadi landasan dalam menyikapi perbedaan itu. Namun kejujuran menjadi sebab
munculnya rasa saling pengertian tersebut.
Sebagai manusia pula tidak akan luput dari dosa/salah.
Maka hubungan suami Istri yang baik adalah kemauan untuk saling mengingatkan.
Kontrol dan kritik adalah untuk kebaikan. Karena pada hakikatnya suami istri
adalah satu. Jika salah satu menikam yang lain, maka sebenarnya hancurlah
kedua-duanya.
Perlu dicermati untuk istri seorang pengemban dakwah.
Kepentingan perjuangan dakwah dan jihad terkadang membuat seringnya
meninggalkan rumah. Harusnya bukan kesedihan yang nampak dalam wajah istri.
Tetapi wajah berseri karena mendapat berkah bersuamikan tetangga para Nabi dan
Rasul di Surga nanti. Karena seorang istri yang shalihah akan mengikuti
suaminya di Surga.
Jika suami terkena ujian dijalan dakwah dengan
dipenjarakan, maka sang Istri tetap tabah menghadapi ujian dari Allah SWT. Tetap mejaga amanah
sebagai wakil rumahtangga mewakili sang pimpinan yang berhalangan.
Jadilah Istri yang mampu menjadi pensupport laksana
Khadijah, jadilah yang mampu membahagiakan laksana Aisyah, jadilah yang
luarbiasa ketabahannya laksana Asyiah, Jadilah yang rela berkorban laksana
Masyitoh. Semuanya dijanjikan surga yang tinggi oleh Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kerajaan
dan Maha Pelimpah Kasih (cinta).”
Wallahu a’lam bisshowabi.
Mungkin ini
dulu, karena banyak energi yang dibutuhkan untuk membuka kembali folder-folder
lama dalam otak. Saya akan lebih mampu menjelaskan diri saya dalam pembicaraan
verbal dibandingkan menggunakan tulisan. Tanyakan saja banyak hal yang ingin
diketahui dalam pembicaraan nanti. (Semoga Allah mengizinkannya)..
Jazakallah
Khairan Katsiiran
Semoga Allah
Memudahkan.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta, 01 November 2007,
end at
03.45 pm
Hormat
saya,
MJ
NOTE :
Tentu banyak perubahan dalam jalan hidup kita saat ini.
Pekerjaan yang kita pilih, dakwah yang kita pilih tidak
lagi sama seperti apa yang kita rencanakan di masa taaruf dan khitbah dahulu.
Namun mungkin itulah idealisme kami,
Selalu bertransformasi dan mewarnai kehidupan , bahkan komitmen kita selanjutnya.
Selalu bertransformasi dan mewarnai kehidupan , bahkan komitmen kita selanjutnya.
Thanxs, MJ....karena terus menggenggam erat tangan saya
saat melalui ini semua.


Komentar
Posting Komentar