GIRLS TALK
-Habis lulus mau
tinggal dimana?
-Mau kerja apa?
-Mau nikah sama
siapa?
Dan karena chi kelewat sering absen
dari acara kumpul-kumpul di kost, maka malam mini agak mengejutkan buat chi. 5
orang anak kost ada di kamar chi. Sebagian nonton DVD, sebagian lagi liat album
foto Chi. Sial banget deh di jebak kayak gini..
Hhhhhh.
“Chi! Kan kamu yang dulu buat
inisiatif acara Girls talk antara kita. Kamu bilang kita tuh perlu sharring.
Perlu saling mengingatkan. Tapi akhir-akhir ini kamu yang sering bolos. Kamu
sibuk apa sih Chi?” Eva sebagai jubir membela diri saat Chi mulai mengusir mereka.
“Sibuk pikirkan
umat manusia dan alam semesta dooong”
“Kalo gitu, termasuk mikirin perasaan
kami dong!” mereka mulai nyengir.
“Yaiks! Saya Kejebak deh! Ayo lah..pada mau Tanya apa,
ayolah Chi ladeni! Asal gak soal cowok!”
Leni langsung semangat, “Deal! Karena
chi gak pacaran, jadi kita gak akan ngomongin Cowok! Kita ngomongin Suami ajah!
Haha hihi” semua cekakak cekikik menandai terjebaknya Chi.
(Kalau terlanjur kalah..lebih baik
kita pasang wajah sok tegar aja)
“Chi belum punya
calon. Jadi, chi gak bisa komentar panjang lebar. Lagian Chi juga gak tau siapa
aja calon kalian!”
“Yeeeee! Itu kan karena kamu sering
bolos pas girls talk,Chi!” mereka kompak menjawab.
“Akyu jelas si Bimo dong! Biar jadi
istrinya Pak dokter! Hihi” Eva menjelaskan.
“Saya sih selama si Sony terus
serius…aku pasti setia. Lumayan deh! Bokapnya tajir. Masak sih si Tomi bakal
dibiarin lontang lantung sama bokapnya?” Leni menjawab nyantai. (Semua juga tau
kalo Leni sudah ketergantungan sama AC..alergi sabun pencuci piring..alergi
detergent, gak bisa Susah lah intinya. Sikapnya yang baik lah yang menjadikan
kami tetap bersahabat dengannya)
“Aku mau cari suami Ustad aja ah!” si
Sotoy Salsa membuat kami semua terperangah dengan jawabannya.
“Tapiiiii ustadz gaul yang masuk Tivi
lho. Yang selebritis. Jadi, kenalanku nanti tuh Dude herlino…Nikita Willy..
Surya saputra…” Salsa melanjutkan kalimatnya.
(hhhh..semua menarik nafas karena
Salsa tentu tidak salah minum obat sehingga bicara ngawur.)
“Sekarang aku yaaa. Selamanya Dion
deh. Gimana juga, Dion tampangnya gak malu-maluin diajak kondangan. Dan kalo
tua nanti…Dion pasti mirip Richard Gere!” Susi tersipu centil dan langsung
diajak toast oleh Salsa (Yeah, pasti itu karena Richard Gere juga ber-strata
artis)
“Hmmm, aku baiknya tetap dengan
Tio..apa balikan sama Boim ya? Tio gak romantis sih. Tapi Tio baik. Suka ajak
ke restoran, isi pulsaku. Kalo Boim mah kere! Tapi Boim romantis…” Mutia tetap
saja bingung. Dan pelukan hangat dari kami semua nya lah yang dia perlukan saat
ini.
“Tinggal kamu lho, Chi!” Mutia
bersuara lagi sesaat pelukan besar kami berakhir.
(olalala, tiba juga giliran chi)
“Ehem…. Emmm..Bismillah..kalo
Chi, ingin Pria muslim yang seumuran dengan Chi. Dia mengerti bagaimana
menterjemahkan dalam bentuk aktivitas…apa itu yang disebut sebagai keluarga
Sakinah mawadah warahmah. Dia mengerti apa tugas seorang suami, tugas seorang
menantu, tugas seorang ipar. Dia pekerja keras, tapi bukan PNS”
“Aiiih, kenapa??!?” sontak semua yang
lagi serius berkomentar.
“Yee! Boleh dong!
Ini kan criteria Chi. Lanjut gak nih?”
(semua menjawab dengan juluran lidah.
Chi artikan itu sebagai jawaban “yak! Lanjut!”)
“Dia orang yang
menyenangkan, pemaaf, sehat, solutif, tidak gaptek, suka membaca, mencintai
ilmu pengetahuan dan mendukung Chi serta anak anak untuk selalu haus akan ilmu,
dia tidak jaim untuk mengekspresikan rasa sayangnya, dan yang terakhir…….” Chi menggantung kalimat chi.
Semua masih diam menunggu. Salsa yang gak sabaran langsung menebak, “
Harus berjenggot ya,Chi?”
“Yang
terakhir….kalo bisa mirip bintang Korea atau Taiwan. Oriental gitu laaah” (hehehe)
Dan Chi pun menerima lemparan bantal
guling, serta snack.
Eva :
“Chi..memang ikhwan-ikhwan pengajian kawanmu itu masih harus diseleksi lagi
ya?”
Chi :
“Maksud nya?”
Eva :
“Iya, tadi kan chi bicara bahwa calon chi kelak harus bisa menterjemahkan dalam
bentuk aktivitas , semua tugas-tugasnya sebagai suami..ayah..menantu..dll.
Bukannya itu hal yang otomatis dimiliki saat seorang sudah ngaji dan jadi
ikhwan?”
Chi :
“Sungguh mulia jiwamu, Eva..memandang ikhwan pengajian seperti malaikat. Hehe,
yang pasti, mereka dan kita semua adalah manusia. Semua punya kualitas
masing-masing. Seiring pernikahan, chi sering liat laki-laki yang keok karena
ujian pernikahan. Entah itu ujian ekonomi, wanita..banyak deh!
Mutia :
“Lalu..kenapa gak mau yang PNS?”
Chi :
“Simple! Itu karena chi dibesarkan di keluarga yang ‘mengagungkan’ posisi PNS.
Padahal pas lihat kehidupan yogya, chi senang liat semangat orang yang
wirausaha. Di kota Yogya, Chi lihat kalau wirausaha punya posisi yang keren.
Sekaligus membuka mata chi, bahwa selain PNS masih banyak masa depan yang
menanti kita.”
Salsa :
“Pemaaf dan solutif?”
Chi :
“Itu terinspirasi pas baca Mars Venus dan banyak dengar sana sini. Katanya
cowok tuh susah utk minta maaf duluan dan mengakui kesalahannya, juga member
maaf”
Salsa :
“Betul itu! Papaku kayak gitu!”
Chi :
“Kalau Solutif itu..dia bisa mengarahkan chi kepada solusi praktis setiap chi
butuh solusi.
Susi :
“Ternyata syarat seorang suami dari Chi berat juga yaaa?”
Chi :
“Thanxs Susi, tapi chi akan ubah kata –berat—darimu tadi menjadi –spesifik—‘
^,^
Mutia :
“ Pernah Takut ‘gak kebagian’ gak Chi?”
Chi :
“Gak tuuuh! Sudah ada kok!”
“Aiiiiih..siapa?
bilang doong bilang siapa orangnya, Chi? Chi curang sudah punya calon gak
cerita! Ayo Bilang”
Semua jadi semangat dan mulai
mengguncang tubuh chi.
Salsa :
“Kutebak! Si Abdul?”
Chi :
--menggeleng—(kok Abdul sih?)
Mutia :
“Natsir Latif?”
Chi :
--menggeleng menahan senyum-- (ngawur banget tebakannya)
Susi :
“Siapa dong! Kami kan gak kenal teman pengajianmu, Chi” (mulai kesel)
Chi :
“Makanya, ikutan ngaji dooong!. Tapi, kebetulan doi gak satu pengajian dengan
Chi kok. Kalian juga kenal! Tadi sore kalian ketemu dia, kan??”
Eva :
“ Siapa sih?! Gak ada tamu tuh sore ini!”
Chi :
“Ampuuun, jadi si Ju-Gem-bYong sore tadi gak maen BBF??”
Salsa :
“Haaah? Siapa kamu bilang chi!”
Chi :
“ Ju-Gem-bYong”
Hiaaaaaaat ! dan kamar chi kini
benar-benar terjadi perang bantal guling.



Komentar
Posting Komentar