...::: BOX :::...

Kamu punya tv ,nggak?
                       Soalnya aku mau cerita soal ‘ Black Box’, yang beberapa saat lalu mampir di kota tempat aku numpang kuliah. Aku takut aja kalo kamu nggak ‘nyambung’ apa itu Back Box. But, gak ada ruginya juga untuk  jelasin bentar apa isi program tayangan itu ke kamu. Itu lho, MTV kerja sama dengan shampoo untuk tour ke kota-kota dengan black box yang bisa muat untuk 5 orang-an. Disana terserah mau lakukan apapun .Sesuatu hal aneh, seru, juga lainnya.
                       Dipandu VJ Daniel yang ‘dandy’(Duandan Trendy) itu, mereka nongkrong di mall yang kebetulan aku dan Aull datangi untuk sekedar cuci mata sambil cari objek unik yang bisa difoto dan nambah koleksi ‘iseng kami’. Wajar dunk kalo kami yang kece ini ditawari panitia untuk ikutan gabung ikut jadi peserta. Serta merta sahabatku menolak dengan halus plus memberi senyum manisnya. Sementara, stiker yang bakal jadi nomor urut peserta itu aku ambil segera dari tangan panitia. Benar saja, kini, senyum manis itu tertahan  dengan sorotan mata yang tajam ke arahku. Dia menyeretku ke sebuah tempat yang agak ‘privacy’.
                        “Bi, loe gak serius dengan stiker ini kan? Maksud gue, loe  gak bener2 pengen ikutan black Box, kan..?”

‘Kenapa nggak?! Biarpun kerudungan, gue kan gak ketombean?! Hehehe..”
‘Bi,…gue  serius! Loe lagi ada ide apaan? Loe gak lupa kan kalo selaku cewek kita gak bisa sembarangan tampil! Gue tau suara loe spektakuler. Tapi bukan untuk khlayak rame gini,  kan bi .loe masih ingat dosa kan ,Bi,?
Duh , Aull !loe negativism buanget sih?gue gak bakal nglakuin yang aneh kok . Gue gak akan sing a song .Gue Cuma pengen ngomong sesuatu di sana .Sesuatu yang penting . Penting banget !”
“About what!!”
“Tentang kost-kostan kita, Aul!”
                “Ya ampuuun, loe bener bener kepikiran soal perbincangan kita ya? Sori nih, tapi gue gak yakin MTV bakal request penampilanmu, Bi! Mereka kan bakal Cuma nayangin penampilan-penampilan yang ‘gila’, seru, dan satu IDE dengan standar TV mereka” Aul masih aja ngotot melarang Chi. Iiiiiih, malah jadi semakin merasa tertantang deh (hehe)
                “Maybe! Tapi kan kita belum coba, Aul. Yakin deh! Ini gak bakal melaggar apa=apa yang Allah benci. Swear!”
“Terserah deh! Tapi aku gak ikutan masuk BOX ya! Bisa pingsan adik-adik kajianku nanti kalau sampai liat ‘mbak’ nya di MTV. And last..! aku harap kamu bener-bener pegang janjimu tadi, Bi!”
“Siiiiiip!”
---------------------------(dan ternyata, menunggu giliran tampil itu membosankan)---------

Sempet ciut bercampur miris sebenarnya, saat melihat peserta yang dengan suara pas-pasannya memutuskan bernyanyi. Ada juga yang memilih untuk sulap…walau hasilnya lebih mirip lawak. Seorang cewek ada yang mencoba menyisipkan ‘humor’ dalam gerakan dance nya, tapi yang tertangkap oleh kamera adalah gerakannya yang vulgar. Kasian deh kalo sampe ortu tuh cewek nonton. Kalo tipe ortunya kayak ayah mama Chi…..bisa-bisa chi dikeluarin dari sekolah dan di home schoolingkan (karena malu, tentunya)
                Ok, sekarang tiba saatnya Chi dipanggil. Kamera dan lampu-lampunya bikin grogi. Apalagi si mahluk dandy itu selalu pasang senyum manis.
Duh..tipe chi kan yang oriental macam Daniell (oooops, jagalah hati, Chi. Jangan kau kotori)
Dan chi bener diuji, karena Daniel ngajak ngobrol bentar sembari nunggu cameramen ready.
Hello, sipa namanya nih?
“Lullaby” (asal jawab)
Gue panggil apa neh? Lu….Lula…atau Baby?
“Panggil Chi aja. Itu lebih berenergi. Seperti -energy CHI- dari dalam tubuh” (yoga maksud saya)
Nanti di Box, mau aksi apa nih, Chi?
“hemmm, gue mau buat permohonan”
WOW! Kayaknya unik nih. Ok, kamera dah ready kayaknya. Have fun dan buat yang ‘gila’ yaaa Chi!
“Eiiiits! Bentar. Mau Tanya!” (chi mulai sok akrab)
Ya, apa Chi?
“Daniel..apa MTV mendukung ‘No Free sex?”
Of course, Chi. Emangnya kenapa?
“Gak-papa. Cuma untuk memastikan aja kalau ide kita mirip”

                Dan chi liat…beberapa kamera ..lampu..dan tangan Kameramen memberi tanda untuk action..
(tarik nafass)…hembuskan… Bismillah.
Yuhuuu! Pak Sultan. Ibu Hemas..apa kabar?
Semoga Bapak dan Ibu baik-baik saja.
3 menit kedepan saya ingin memohon sesuatu.
Pak…Bu…mohon kembalikanlah Jogja sebagai kota pelajar.
Kota yang benar-benar untuk belajar ilmu, kebudayaan, dan tentu agama.
Kota yang orangtua merasa aman untuk menyekolahkan anaknya.
Kota yang kost-kostan para pelajarnya ‘terjaga’.
Sehingga terjaga pula orang yang ada di kost tersebut.
Terjaga dengan aturan yang membutuhkan KEWENANGAN dari Bapak sultan dan Ibu Hemas, untuk menetapkannya bersama para bupati, lurah, camat, RT/RW.
Sehingga, tiba saatnya setiap kost putrid, kamarnya tidak dapat dimasuki dengan tamu-tau pria, yang dengan entengnya menselonjorkan kaki mereka, lalu berbaring tidur,
Menciumi dan menggerayangi tubuh teman kami, (yah..walau tentu saja kawan kami itu juga salah, sih! )
Itu baru secuil aktivitas di dalam kost, pak. Belum lagi tempat- yang oleh Jogja dibuka lebar-lebar untuk aktivitas percabulan, dunia gemerlap.
Yang bahkan  kantong mahasiswa pun mampu untuk menjangkau serta mencicipinya.
Sungguh saya yakin Allah akan sayang dengan pemimpin yang menerapkan hukumNya.
Yang sayang dan menyelamatkan generasi muda dari kehancuran.
Pak Sultan…Bu Hemas….dan semua anak nongkrong..
Semoga kita semua menjadi hamba kesayangan

(seminggu…2 minggu…sebulan…dua bulan… hingga program BOX berakhir)
“Mana ya, Chi? Kok aksimu di Box gak keluar?” Aul masih aja nunggu dengan penuh harap.
“Udah deh! Kayaknya elo bener. Gue sudah salah media!” (chi sok tegar)
“Gak bisa gitu dong! Aksi loe tuh kan unik!, penuh dedikasi anak nongkrong yang Care, kreatif…”
“Dan terlalu ISLAMI !” potong Chi.
“Tapi..islam kan rahmatan lil alamin” Aul masih saja menghibur dan membela.
“Itu sih bener banget. Tapi sulit di dunia yang penuh fitnah ini”
“Atau Mungkin gak diputer sekarang! Tayangan Chi akan diputer nanti pas edisi puasa dan lebaran, kali Chi” (entah kenapa Aul masih saja optimis dan menghibur)

Daniel,!!!! Loe bener-bener GAK dandy !!!






















Komentar

Postingan Populer