ASINAN BOGOR EUY....


Ya!
Ayah saya berjanji untuk mengirimkan surat ini kemarin senin.
Ya!
surat itu tidak datang sampai minggu berikutnya.
Ya!
Saya kecewa.
Ya!
saya marah
ya!
saya menanyakan mengapa surat itu tidak juga datang.
ya!

Dan sekarang akan saya katakan kepada kalian alasan saya tidak menanyakannya.
Setelah SMS yang memuat ‘janji’ itu, hari-hari selanjutnya SMS ayah bercerita tentang kesibukannya mempersiapkan Musda AMPI. Terbayang oleh saya betapa sibuknya ia. Bahkan diacara-acara  yang tidak memberikannya posisi iapun ia adalah manusia yang menyibukan dirinya ketika ada kegiatan  yang diselenggarakan oleh rekan-rekannya-,

Saya yang selama hampir 22th ini hidup bersamanya , tentu tau bagaimana pola kehidupannya. Sifat baik buruknya .  Juga kegilaannya. Ya! Ayah saya itu gila organisasi .  dia seorang yang maniak mengikuti kegiatan kepemudaan politik sampai jurnalistik .

Dia orang yang kami rindukan untuk buka bersama di bulan ramandhan. (dikarenakan hampir setiap hari ada undangan buka bersama yang harus dihadirinya), ataupunkalo ia tidak pergi …maka para tamu itulah yang  datang kerumah sampai jam yang larut. Dia orang yang sangat saya manfaatkan untuk berbagi berbagai pikiran ketika seusai isya dia belum beranjak pergi untuk kegiatan luarnya (organisasi / kumpul bareng bapak-bapak warga sekitar rumah).

Ya! Sampai sejauh ini semua kegiatannya toh positif. Ayah bahkan menjadi lebih baik  dalam kegiatan itu. Baik untuk karirnya, maupun semangat hidupnya. Dimata saya ia adalah rekan saya yang terbaik. Bukan sekedar seorang ‘ayah’ yang  berumur 50th.

Sekitar rabu-jumat, ayah memang telepon saya beberapa kali. Semua teleponnya dari lokasi acara musada yang akan dilaksanakan. Berita yang ia baa sebenarnya berita2 yang menggembirakan. Tentang rencananya, tentang semangatnya, tentang acaranya…. Tapi tidak sedikitpun ia singgung tentang surat yang tertunda.

Kejengkelan yang juga dipendam, meledak juga. Kalo lagi marah, paling enak makan! Kebetulan lagi lewat tempat ‘asinan bogor’, saya beli 1 porsi. Berpacu dengan detak jantung, maka begitu juga kecepatan suapan2 yang mauk ke mulut saya. Mulut saya suapi sampai penuh. Bahkan sulit akhirnya untuk mengunyah. Tidak ada ruangan yang cukup untuk gigi atas dan gigi bawah bertemu.

DASAR SIALAN !!!!
Bahkan makanan itu akhirnya mengingatkan saya dengan sebuah paket liburan. Ayah punya cara sendiri untuk paket liburan anak-anaknya. Untuk dapat liburan di luar daerah, saya dan adik saya harus mengupulkan rangking yang layak. Jika salah satu dari kami gagal mencapai rangking itu, maka liburan hanya dalam propinsi saja. Memanfaatkan seharian untuk menikmati pantai yang belum tersentur investor untuk  dilomersialkan [saat itu serasa ayah sedang membawa kami  ke pantai pribadi] / jalan2 tikus yang di jadikan ayah untuk tebak-tebakan bahwa: dimana kiranya jalan itu berakhir.

Dulu, ketika yang saya baru sekolah di bangku 1 SD, Saya saya jatuh cinta dengan  meja belajar yang dipajang sebuah toko. Ayah yang mengetahui itu, mengatakan bahwa uangnya tidak cukup untuk membelinya. Kecuali saya mau di belikan meja belajar yang mirip. Di kemudian hari, saya baru tahu bahwa yang saya taksir itu adalah meja belajar yang tidak murah untuk kantongannya. Dan yang ayah tawarkan sebagai pengganti adalah meja belajar biasa yang berwarna warni indah, dari kayu ‘antah berantah’.. Namun sungguh saya tidak menginginkannya. Akhirnya saya dan ayah membuat perjanjian. Jika saya bisa mengumpulkan 6x rangking 1, maka saya berhak mendapatkan meja belajar tersebut. Itu berarti saya harus berjuang!
Di Akhir kelas 2 SD, saya sodorkan kembali rapot itu. Raport yang menjadi tiket untuk meja belajar yang saya impikan. Ranking 1 sebanyak 6 kali (saat itu system pembagian rapotr adalah Catur wulan) telah terkumpul. Kelak, saya tidak akan  membuat PR dimeja tamu / meja makan: Saya akan punya meja spesial untuk belajar. Dan meja belajar itu akhirnya mejeng dengan gagah di rumah kami,…menemani sampai saya lulus SMA.

Kembali ke kisah asinan bogor……
Saat itu, ketika kami 3 bersaudara untuk pertama kali bisa mendapatkan nilai baik secara kompak. Maka imbalannya kami berhak untuk memilih tempat lokasi liburan. Kami sepakat untuk ke cisarua Bogor. Ke puncak,  pasang tenda,  bakar jagung, dan keliling sampai puas ke taman safari. Kebun binatang  yang selama itu ‘baru’ sebatas kami dengar dari cerita2, bahwa: hewannya terlengkap dan terpelihara dengan baik. Begitupun dengan pelayanannya. Ayah+mama setuju. Maka, janji itu menjadi mimpi-mimpi di tidur kami  sebelum hari keberangkatan.
H-2 keberangkatan, ayah mengatakan bahwa ada acara kantor yang penting sehingga bisa jadi liburan kali ini akan dibatalkan.. Tentu saja saya dan adik ngambek luar biasa.
H-1, disaat kami sudah malas membicarakan liburan yang gagal,….kalian bisa terka apa yang terjadi ? di meja kamar kamih--, ayah menempelkan tulisan yang chibi masih ingat bunyinya: Segera packing perlengkapan masing-masing. Kita berangkat siang ini juga ke Bogor. Namun, kita hanya akan 2 hari di sana. Dengan begitu, janji ayah ke kalian sekaligus ke kator bisa terlaksana semua. Peluk sayang, Ayah.
Hurreyyy!!
Biarpun libur kami terpotong 2 hari ( harusnya 4 ari di Bogor ), namun pengorbanan ayahlah yang membuat kami menghargai perjalanan ini. Walaupun kami gak jadi tidur di tenda dan makan jagung bakar, tapi ayah memberi penginapan di hotel yang indah dan nyamn. Dan esoknya, biarpun tempat wisata yang kami kunjungi hanya taman safari, tapi kami akan seharian penuh di sana. Menikmati setiap pertunjukan aksi hewan-hewan di setiap wahana. Belum lagi meladeni hewan lucu yang berkeliaran, yang kami tidak tau namanya (hewan manja yang mirip perkawinan unta dan kuda), juga angsa-angsa yang kali itulah baru saya tahu amat beragam bentuk dan warnanya. Berkeliling dengan mobil dan menyaksikan hewan  buas dalam ukuran yang ASLI. Keluarga singa yang sedang bermalasan di bawah pohon, kudanil yang punya bokong sangat besar, reptil yang langka, bahkan beruang kutub yang di letakan di ruangan khusus untuk menjaga suhu habitat aslinya.

Sial bangetkan…? Bahkan saya makan asinan Bogor pun  bisa cerita sebegini panjang lebar. Ayah!!!!Nyebelin!!!

Maka , sambil membiarkan air mata keluar ,  kukirim sebuah SMS:
hari ini, tepat satu minggu chibi menunggu surat ayah.
rasa sebel memuncak . kalo lagi marah , paling enak makan .
 jadi chi pesan 1 porsi asinan bogor. Chi lahap cepat sampai mulut ini penuh .
Sialnya jadi ingat bogor . Apa ayah tau bahwa liburan itu sangat berkesan ?
air mata jatuh.
 chibi sayang ayah .

Apa kalian sadar kalo SMS saya itu memiliki karakter yang  jahat ?
bahkan saya tidak berusaha mengingatkan tentang surat apa yang saya maksudkan .
bukankah ayah bisa saja ayah lupa tentang surat yang dimaksudkan ? dan itulah tujuan saya ! saya ingin tau apakah ia masih ingat akan sebuah janji ? huh! Betapa jahatnya saya !

Kurang 2 menit, saya dapatkan SMS balasan. 

Ayah pasti segera kirim surat + cerpen ‘motor tua’ yang ayah janjikan.
Kini ayah sudah ada waktu untuk menulis cerita itu , setelah lebih dari 2 minggu padat dengan persiapan musda doa ayah buat chibi selalu.Alloh menjagamu

Dia ingat ! dia ingat ! dia benar2 ingat
Dia ingat  akan surat yang saya maksut !!usai baca SMS itu , ada otot sekitar pipi yang menarik sudut garis bibir untuk terangkat keatas. Lampu kamar kumatikan.
Malam itu , bintang-bintang  dikamarku tampak terang benerang . Tidurku sangat nyaman . Tidur paling nyaman dalam satu minggu ini .Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz[chibi maruko]

Komentar

Postingan Populer