Behavior & Humanistik

Sebagai penutup dari 5 bagian dg tema 'tawuran',
mungkin jeng Fitri sebagai penanya melihat bahwa ada kolaborasi antara Behavior dan Humanistik yang saya lakukan dalam intervensi tersebut.


Dalam pelaksanaan jam BK, yaitu membangun Character Building..banyak melibatkan aitem aitem behavioristik,dimana lewat kelas/jam tersebut saya dapat memberikan banyak stimulus..penguatan kepada siswa.
Siswa sendiri memiliki ruang untuk memberikan respon.
Dan kami bersama, pada akhirnya saling memberikan dorongan untuk perubahan seperti apa yang akan kita targetkan pada diri kita serta sekolah ini (termasuk geng sekolah).

Sedangkan untuk aplikasi ekstrakulikuler yang berbasis kompetensi, sekaligus penanaman sportivitas,unsur humanisme (pengaktualisasian potensi) nampak dominan.
Namun..toh semuanya berjalan beriringan dengan program character building.
Maka, dapat saya simpulkan bahwa,saat berada di fenomena riil...tidak semua aliran dapat berdiri sendiri.
Bahkan, mungkin intervensi yang saya lakukan di sekolah tsb, tidak akan cocok untuk diterapkan di lingkungan yang memiliki masalah serupa (geng sekolah).

Saya pribadi masih punya PR besar atas intervensi yang saya lakukan,..karena masih terdapat 2-5 siswa (yang merupakan bagian dari geng sekolah) yang belum 'berhasil' dirangkul untuk mensukseskan program di sekolah.
Itu akan selalu menjadi PR bagi saya, karena mereka istimewa...dan perlu penanganan yang berbeda.
Salam psikologi, salam Pendidikan !

Komentar

Postingan Populer