(PART 2) Langkah INTERVENSI untuk tawuran pelajar dan GENG sekolah



Baiklah,
sekarang saya akan menshare langkah-langkah/intervensi yang pernah saya lakukan dalam rentang waktu 1 tahun dalam kasus geng sekolah yang kerap terlibat tawuran, dan mengakibatkan seorang siswanya meninggal dunia.
Sejauh pengetahuan saya, tawuran pelajar tidak bisa dipisahkan dengan GENG sekolah.
Hampir tiap sekolah di Yogya, bahkan memiliki geng.
Awalnya Geng ini adalah –layaknya—ikatan solidaritas dan kekeluargaan antar angkatan di sekolah tsb (alumni dan siswa yang masih berstatus pelajar).

Point POSITIF yg dapat sy lihat adalah :
mereka yg bergabung di geng sekolah / remaja, dipastikan memiliki RASA CINTA yang besar terhadap almamater sekolahnya.
Ibaratnya nasionalisme, maka mereka inilah yang akan siap di garda/barisan terdepan bila sekolahnya dihina /diejek oleh sekolah atau geng lain.
Rasa Cinta terhadap almamater ini, bagi saya tidak patut utk disalahkan.
yang patut disalahkan adalah, bila mereka mewujudkan rasa cinta almamater tsb dalam bentuk SERANGAN FISIK /tawuran.
ya, serangan fisik itulah yang akhirnya menjadi ‘kata kunci’ bagi saya untuk intervensi.

Point positif selanjutnya yg sy dapatkan dari anggota geng sekolah adalah,
adanya ADRENALIN yg besar (selain krn usia remaja, adrenalin ini juga karena rasa cinta almamater yg dimiliki).
ADRENALIN inilah yang akhirnya harus disalurkan dan menjadi tanggung jawab pihak sekolah melalui program :

1. Maksimalkan peran Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler haruslah terdiri dari bidang-bidang yang disukai oleh siswa.
Maka, pihak sekolah sebaiknya mengadakan ‘angket’ setiap tahun ajaran untuk mendata, bidang ekskul apa yang benar-benar diinginkan oleh siswanya.
Bisa jadi, PARKOUR / seni ‘jempalitan’ yg memanfaatkan lahan parkir/ gedung, adalah bidang baru yang diminati siswa.
Remaja kini juga sangat akrab dg kamera DSLR, dan mereka butuh wadah ekskul untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Tidak berhenti disitu, Ekskul juga harus BERBASIS KOMPETISI.
artinya, pihak sekolah harus memiliki target bagi setiap ekskul, untuk mengikuti perlombaan /pameran/event yang ada di kota tersebut.
Semisal buatlah target agar setiap semester, tiap ekskul harus mengikuti, minimal 3 event.
Dengan target yang Diwajibkan pihak sekolah, maka tiap siswa akan disibukkan untuk persiapan dan peningkatan kualitas mereka.
Pelatih ekskul juga memiliki target yang jelas.
And, bilapun ada salah satu ekskul yang tidak memiliki penyaluran mengikuti event...pihak sekolah harus MENDORONG siswa untuk MEMBUAT event tersebut.
baik dengan melakukan ‘pertandingan persahabatan’, atau bahkan event pameran.

Ekskul berbasis Kompetisi, sekaligus adalah tempat yang ideal untuk menanamkan SPORTIVITAS pada siswa.
Saat perlombaan, jiwa mereka akan terbuka, bahwa ada Standar HEBAT  yg dimiliki setiap sekolah. Saat mereka kalah, mereka akan melatih emosi agar melampiaskannya dengan kemenangan di pertandingan selanjutnya.
Bila pd pertandingan, suporter siswa kita melakukan olok-olokan dengan pihak lawan, itu adalah bagian dari proses.
Mereka (siswa) selama ini melampiaskan adrenalin mereka dengan tawuran.
dan kini mereka harus menahan diri agar tidak dikeluarkan/ black list oleh panitia karena menyerang sekolah lain.

(bersambung ke Part 3)

Komentar

Postingan Populer