Adaptasi dan Improvisasi
-LEVEL komik- favoritku
:
Ada
hal ‘kecil’ namun Besar wujudnya, sehingga kita dapat membedakan sebuah karya
adaptasi, ataukah sekedar copy paste. Dan hal kecil itu dinamakan: I.M.P.R.O.V.I.S.A.S.I
Sebagai
pencinta film dan Level komik dewasa, saya sangat menikmati karya-karya
adaptasi.
Pernah
menonton Meteor
garden ? (remaja angkatan 2000 kayak saya,
harusnya tau)
Bagaimana
dengan Boys
before flower?
Ada
pula serial ‘versi’ Indonesianya yang dimainkan Indra Brugman, Leony, ..tapi
saya lupa judulnya..
3 serial tadi berangkat dari komik yang berjudul 'Hayanori Dango'.
3 serial tadi berangkat dari komik yang berjudul 'Hayanori Dango'.
Saya
pribadi kurang ‘enjoy’ dengan versi komiknya.
Cerita di komik juga tidak sekaya
(secara pengkarakteran tokoh lho yaa) saat di serial TV MG ataupun BBF. But, itulah
kekuatan audio visual.
Nah,
karena Taiwan berhasil membuat MG sukses, saya penasaran saat KorSel membuat
BBF.
Dan
ternyata BBF berhasil tampil beda dari MG.
Wow !
Pemeran
BBF tidak sekaligus menjadi ‘boys band’ seperti pemeran MG (hihi, geli rasanya
menyebut boys band, padahal mereka tidak bermain alat band).
Pemeran
utama wanitanya juga ditampilkan sebagai sosok yang berbeda.
Versi
Taiwan menampilkan sosok yang lebih ‘jagoan’.
Sedangkan
KorSel menampilkan sosok feminim dan memiliki prestasi berenang..
Selebihnya,
BBF lebih simple dan tidak diperpanjang lebar dengan intrik amnesia
sebagaimana MG telah melahirkan MG2.
Para
sineas Indonesia juga beberapa kali
mengadaptasi novel kedalam film / serial TV.
Ketika
Cinta bertasbih (film dan serial TV)
Laskar
Pelangi (Film dan serial)
Serial
anak-anak Amak (serial TV : anak kaki gunung), yang bagi saya, cerita dan
karakter pemain di serial tersebut LEBIH KUAT daripada serial TV laskar
Pelangi).
Ah, saya bahkan jatuh hati dengan BUKU serial anak-anak Amak (karya Tere Liye). Tokoh Burlian, Pukat, Eliana, Amelia seluruhnya membuat jatuh cinta.
Ah, saya bahkan jatuh hati dengan BUKU serial anak-anak Amak (karya Tere Liye). Tokoh Burlian, Pukat, Eliana, Amelia seluruhnya membuat jatuh cinta.
Kini, tiba saatnya saya untuk MEMUJI
beberapa karya adaptasi yang bagi saya malah mampu melampaui karya perdana
sebelumnya.
Pilihan
saya adalah :
1.
Film produksi Singapura “ HOME RUN”.
Secara
fair dan terbuka, dari awal film ini sudah memaparkan bahwa mengadaptasi dari
Children Of Heaven (Iran).
Saya
kagum dengan Home run, karena mampu menampilkan kehidupan pemeran utama dari
aspek persahabatannya, di sekolah, dan dia sebagai seorang kakak.
Dan
adegan fenomenal ‘lomba lari’ terasa lebih alami di film Home run ini
2.
Serial UGLY BETTY.
Serial
ini juga fair memaparkan bahwa mereka mengadaptasi serial “Betty la fea”.
Saya
termasuk yang mengkhatamkan betty la fea,
Maka
saya sangat surprise saat UGLY BETTY menampilkan sisi yang lebih menarik .
dalam Ugly Betty, tokoh Betty dan Daniel tidak dipasangkan sebagai couple.
Posisi
Betty memang masih sebagai asisten Daniel. Tapi hanya sebatas partner yang
saling mendukung. Mereka punya konflik
internal masing-masing, dan itu tidak mebawa mereka pada hubungan yang
melibatkan rasa suka / cinta.
Selera berpakaian
Betty yg buruk, juga memiliki sudut pandang yang lebih membuat saya sebagai
penonton kagum.
Saya
masih ingat bagaimana Betty berkata kepada Daniel bahwa Mode itu adalah
bagaimana kita yakin dengan apa yang kita kenakan (catatan : Pakaian Betty
adalah yang paling tidak modis di kantor. Warna dan coraknya saling tabrak
lari..hehe)
Betty
di serial ini juga jauuuuuh lebih smart.
Betty
sangat mampu mengatasi Marc dan sang resepsionis yang selalu berkomplot untuk
menghina Betty.
Lantas,
apakah Marc dan resepsionis tersebut JAHAT di sepanjang episode?
Saya
tidak melihatnya demikian. Penokohan di serial ini lebih manusiawi. Tidak semua aspek seseorang jahat, dan tidak seluruhnya
pun dia malaikat.
Betty,
Marc dan resepsionist pernah bekerja sama. Hang out bareng. Bahkan party
bareng. Oiya! Si resepsionis juga pernah menjai roommate nya Betty.
Betty
juga tidak terobsesi dan berubah menjadi cantik seperti ending di Betty la fea (ini penting, mengingat judul serialnya saja UGLY betty.).
Betty juga hidup dan bekerja di majalah mode.
Kakak kandung Betty pun memiliki salon.
Bukankah amat mudah bagi seorang gadis lajang untuk terobsesi menjadi cantik di tengah lingkungan seperti Betty?
Betty juga hidup dan bekerja di majalah mode.
Kakak kandung Betty pun memiliki salon.
Bukankah amat mudah bagi seorang gadis lajang untuk terobsesi menjadi cantik di tengah lingkungan seperti Betty?
Tapi Betty tetaplah Betty dengan casing dan kualitas dirinya.
Betty
pun tidak mengambil alih perusahaan tempat dia bekerja.
Ugly
Betty, bagi saya lebih ‘manusiawi’ dan menyenangkan.
I
love Betty.
Saya yakin,
produser dan sutradara BBF, Ugly betty, Home run, dan beberapa sineas Indonesia
telah mengambil langkah yang bernyali.
Karena
melakukan improvisasi, sekecil apapun improvisasi tersebut….akan selalu rentan
untuk dibayang-bayangi oleh karya pendahulunya.
Terlebih,
karya pedahulunya adalah sebuah karya yang sukses dan fenomenal.
Improvisasi
juga sangat rentan dengan hujan kritik. Ketidak puasan, hujatan, bahkan
kekecewaan yang datangnya dari penggemar karya asli yang diadaptasi.
Namun,
mereka juga telah menuai keberanian mereka dalam improvisasi yang hebat.
Semua terbayar dengan ‘pengakuan’, penghargaan, dan tentu kepuasan penikmatnya.
Last,
saya buka pintu selebar-lebarnya bagi yang ingin mengadaptasi tulisan saya kedalam serial TV(hahaha, ngaco dot com)



Komentar
Posting Komentar