Out Bond


OUT BOND
Swear, ini benar:
(True story)

Chibi Maruko as      Saya
Mas X    as      Doi/Mas
Mas Z as Pak Penjaga Parkir (P3)
XXX   as  Misterious Guest

Babak 1
Setting : Kelas perkuliahan. Jam terakhir kuliah kami diisi oleh mas X yang menjelaskan tentang program Out Bond.
Mas X , “Jadi inget yaaa Maba-Miba sekalian. Jam 7 sudah di boulevard. Kita akan pemanasan dulu. Jangan sampai gak dating. Karena ini syarat untuk keluarnya nilai UTS kalian”
…..Huuuu!...serempak kami para Maba-Miba teriak.
“Dan jangan lupa! Karena ini out bond, maka pakailah pakaian yang menyesuaikan dengan alam.”(Mata Mas X langsung menyapu pakaian saya dengan ‘taste’ yang kurang sedap)
(hemmm, ngajak perang nih dedengkot tua! Ok, Chi ladenin!)
Maka, ketika masuk ke sesi Tanya jawab untuk Out bond, Chi acungkan jari.

“Yak, silahkan yang di depan pojok!” (Mas X mempersilahkan saya bertanya)

“Maaaas, maksudnya pakaian yang menyesuaikan dengan alam ituuu, apa ya??” (tampang bego)

Si Mas X menjawab “ Yaa, pakaian yang pas dengan apa yang mau kita lakukan besok. Besok itu kita akan melewati medan sawah, sungai, tanjakan..turunan.. Jadi , ya pakailah celana panjang, sandal gunung, sepatu sport, gitu lah!” (tampang cool+nyadar kalo lagi di test)

“Wuaaa, kalo gituu..Kelak kalau kita ada acara ke pantai, saya harus pake bikini dooong? Lalu kalo kita ke Hutan, harus pake baju Tarzan,…?” (kalimat Chi spontan disambut suara riuh serta ‘suiit siuuw’ dari para MABA dan cekikikan para MIBA)

Suasana sebenarnya tegang…. Mata saya dan Doi beradu. Kesempatan !! doi sedang menyusun kata-kata. Saatnya saya masuk duluan!

“Mas, saran saya,mas harus semakin hati-hati dalam bicara. Pakaian menyesuaikan dengan alam yang Mas maksudkan barusan, bisa saja merusak pandangan  tentang pakaian muslimah yang seharusnya . Pakaian muslimah yang saya yakini sebagai perintah Allah  ya seperti ini .Jubah terusan ditambah kerudung dan kaos kaki .Dan ini bisa dipakai dalam kondisi alam apapun.”
                       Jadi kamu maunya apa ?(nada Doi mulai ‘high’)
”Saya mau datang di out bond besok .Namun tidak dengan standar pakaian yang menyesuaikan dengan alam barusan! “
Terserah !!!ada yang mau Tanya lagi ?’ si Mas menahan marah.
-----kelas silent-----
                        ‘OK,terima kasih atas waktu dan perhatiannya . jumpa besok ,asalamualaikum’ (si mas menutup pertemuan)
Esok harinya.
Hari ini saya tau rasanya jadi Miss univers…Miss Earth..Miss World.
Dari mulai kedatangan saya, sampai atribut yang saya kenakan menjadi pusat perhatian .
                   Saya memang sengaja tampil ‘beda’ hari itu .
                    Sepatu kets yang saya pakai keseharian tidak saya pakai, gantinya saya pakai sepatu panthopel cewek. Tas ransel yang biasanya saya pakai  juga saya ganti dengan tas cewek yang disandang dibahu .
                    Tapi soal pakaian dan kerudung ..?NO COMPROMISE! Saya tetap pakai busana terusan saya dan kerudung kain .
                      Dan diujung sana, saya liat doi juga turut ‘menonton’saya . Kebetulan! Saatnya menyapaaaa!
                      “Pagi, mas !out bondnya sudah bisa dimulai?” (saya pasang tampang ramah)
------doi malah pergi tanpa nenjawab .ldih…yey sensitive banget sih?---
                         Saat start, saya termasuk yang di-start terakhir (kali ini berdasar nomor maha siswa ). Mendaki gunung..lewati lembah.sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman bertualang (ninja hatori OST).:
                          Tiba saatnya sampai didekat sungai yang arusnya lagi deras-derasnya. Eeeh rupanya saya malah ketemu dengan rombongan –rombongan yang di start lebih awal . Setelah saya celingukan ,saya rupanya benar-benar terpisah dari kelompok terakhir .
                             Pada belokan sungai dan di arus yang paling deras , doi sudah nongkrong di sebuah batu besar . Satu persatu doi membantu  menyebrangkan Maba-Miba dengan cara memegang erat tangan mereka .Doi khusuk sekali dengan jobdesnya, sampai –sampai saya ‘dicuekin’.
                              Sangking derasnya arus dan licinnya lumut ,bahkan tetap ada rekan mahasiswa yang terjatuh walau tangannya sudah dipegang erat .
                             Eng….ing…..eng…. kini tibalah saya untuk meyeberang arus tersebut!
 Doi terpatung dan melipat tangannya . Tampangnya dan gaya melipat tangannya tampak  sama sekali --gak sangar-- , bisa dibilang  doi sedang menunggu  ‘saat kemenangan’ baginya. Ini karena tentu saja, mau tidak mau saya harus mengakui bahwa pakaian yang sesuai alam nya lah yang jucok untuk teman out bond kali ini .
                               Ehem..!mas,boleh minta tolong?(muka polos saya pasang )
                               ‘Boleh mari.!’(senyum kemenangan tergambar jelas. Doi ulurkan tangannya ke saya.)
                                “Bukan . Maksud saya ….apa boleh minta tolong pengangkan tas dan sepatu saya ?? Sampai disebrang arus ini nanti , saya minta tolong sepatu dan tasnya dilemparkan lagi ke saya .” (masih dengan wajah polos).
---tanpa tunggu jawabannya , saya oper tas dan sepatu saya . Sungguh, saya benar- benar ingin tertawa lepas melihat wajah ‘gondok itu’’.
Walau jujur, doa saya tak henti terjalin,: “Robbana , sungguh , jika saya terjatuh disungai ini , maka entah bagaimana lagi saya dapat membuktikan pada hambamu lainnya , bahwa pakaian muslim ini juga dapat dikenakan dalam dalam segala peristiwa. Dalam semua kondisi alam. Layaknya dahulu seorang shahabiyah memanjat tebing guna mengatarkan makanan kepada Rasul dan sahabat yang sedang dikejar musuh . Sedangkan shahabiyah itu menggunakan pakaian yang sedang saya pakai saat ini ,dan kondisi shahabiyah tersebut sedang hamil . Rabbana ,please tolong aku “

------step by step…alhamdulilah  !!  yup!  Saya berhasil menyebranginya -----
“Mas tolong lemparin doooong !!” (saya sedikit berteriak)
----siuww….siuww….siuww  (suara 1 tas dan sepasang sepatu )
“Thanks, mas!”
Please, jangan Tanya saya bagaimana wajah doi deh! Yang pasti..score sekarang benar-benar 2-0 (dua untuk chi : saat jelaskan pakaian alam di kelas, dan keberhasilan melewati arus tanpa pegangan tangan doi)

Setting:boulevard. Siang hari -.peserta out bond sudah menyelesaikan   ‘prasyarat’ keluarnya nilai.

           ----lagi-lagi pandangan ‘tidak enak’ itu doi alamatkan ke saya—
                 (yeee!nie mahluk apa kebawa emosi di sungai tadi ya..? kok jadi berkepanjangan gitu ya? Jadi sebel !mending pulang aja ah!!)
”Mas, permisi,out bondnya segini aja?”
‘Maksud kamu segini aja ?!!’
“Aih..! easy, bro! maksud saya , kalo segini aja kan saya sudah selesi neh.
Boleh pulang kan?”
‘Boleh, pulang aja!’ (doi melengos)
“Asalamualaikum”
‘walaikumsalam’

Setting: parkiran kampus  kurang lebih 6 bulan kemudian
P3            :’Oalah mbak!kok kunci motor mbak bisa sampai patah begini ,sih?’
Saya         :”Duh, saya juga gak tau . Tapi tolongin dong pak ,ya…please”
                          -----please Allah ,ini ke 2 kalinya saya matahin kunci. Tapi yang sekarang ini benar-benar buat saya malu . Mana satu persatu orang-orang mulai beratangan .Dan semua cowok kini mengerubuti motor saya .Beruntung banget tuh motor !—
Dan suara tulus pun terdengar.
Xxxx        :”Udah biar saya jemput saja tukang kunci.  Tunggu sebentar ya, mbak.”
                Sebuah motor lain itu membawa sang hero pergi. Sementara, saya berusaha keras mengingat  wajah hero itu. Rasanya tidak asing. Dimana ya pernah ketemu..?
……..
……..
“Ya ampyun! Itu kan Mas X!”

Komentar

Postingan Populer