Kesan dan Kenangan



Ada saja hal yang berkesan dalam hidup kita.
Tidak semuanya harus berupa kenangan moment yang indah.
Namun bisa dipastikan semuanya melibatkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam moment yang berkesan tersebut.
Bahkan saat mendengar sebuah lagu, film....
Saat hadir untuk kesekian kali di sebuah lokasi : restaurant, jalan, taman, pantai,...
Kenangan –kenangan itu hadir seperti sebuah ‘film’ yang diputar kembali.


Sayapun memiliki beberapa hal yang berkesan, seperti :

Saat mendengar lagu Ebit G. Ade, yang terlintas hanyalah Ayah yang sangat gemar menyanyikan lagu-lagu tersebut. Membayangkannya menyanyi di rumah, atau saat tape mobil dibiarkan hidup sembari beliau mencuci mobil di garasi. Ayah jugalah  yang bertanggung jawab, karena pada akhirnya saya di masa yang kala itu masih SD lebih memilih tuk jatuh cinta pada puisi cinta Ebit G. Ade dibandingkan jatuh cinta dengan Chikita meidi ataupun Joshua.
Lagu kesayangan Ayah, adalah “ Titip Rindu Buat Ayah”. Bahkan saya selalu ingat saat ayah menangis menyanyikan lagu tersebut, beberapa minggu setelah Mbah kakung meninggal.
“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa. Benturan dan hempasan terpahat di keningmu.”

Next, Film
Armageddon selalu mengingatkan saya pada Cindra Nur Sugismanti dan Getta Prima Putri. Bukan karena filmnya yang bagus, atau karena Ben Afflek yang rupawan, tapi karena kami ‘memaksakan’ diri tetap menonton sekalipun tahu bahwa bangku yang tersisa tinggal di deret paling depan. Alangkah tidak nyamannya menonton sambil mendongak . Matapun pegel karena cahaya layar. Ah, sejak itu sayapun ogah nonton kalau tinggal tersisa bangku terdepan.
Or, anggap saja saya gak cocok untuk posisi VIP ^.^

Adapun Film Red Cliff dan buku 33 Strategi perang, tentu saja menjadi ciri khas MJ di memori saya. Saya yang ANTI  film kolosal dan action, mulai jatuh cinta karena film tersebut .
Dan buku yang awalnya saya anggap ‘seperti’ buku kolonial bertumpah darah, ternyata berisi ratusan pandangan kebijakan dan strategi kehidupan. Tokoh dan kejadian yang dituliskanpun adalah hal yang nyata. Sayapun tidak keberatan bila kelak buku ini MJ jadikan sebagai buku wajib buat anak-anak kami kelak. Saya rekomendasikan, andapun membacanya.

(ehem : MJ= My Jamil; Babenya sekar. Suami dan sahabat saya)


Then,...Band Letto dengan lagunya Ruang Rindu, sll membawa kegetiran kangen pada Yusiana.
My roommate.
Ya, namanya hanya Yusiana. Sederhana untuk sosok yang telah banyak memberi kebaikan kepada orang disekitarnya.
Bahkan sebelum bertemu dg Galuh yg menjadi soulmate saya, Allah telah mempertemukan saya dengan Yusi sejak 2002.
Pada akhirnya kami menjadi kawan 1 kontrakan, lantas kawan 1 kamar selama 4 tahun, pun dialah yang menjadi sahabat yang paling murah hati untuk diajak hang out bareng.
Yusi pula yang hampir 93%  mendampingi saya dalam mempersiapkan pernikahan, mengingat saat itu saya merahasiakan proses taaruf dan khitbah saya dari kawan-kawan lainnya.
Yusi lah yang mendampingi saya membeli kerudung, bros, sepatu, bahkan mencetak undangan.
Yusi lah yang sabar menemani saya ke Spektrum untuk membuat ‘negatif film’ undangan (undangan dan foto pre-wed saya dibuat oleh Al. Trims, Al ^.^).
Lantas saya dan yusi  membawanya ke percetakan di jalan taman siswa (UII hukum Yogyakarta).
Kemudian membawanya ke tempat khusus yang bisa mencetak timbul untuk tulisan nama calon mempelai.
Rangkaian selanjutnya adalah membawa 1500 undangan tsb ke kost kami di kaliurang (dengan sembunyi-sembunyi).
Hari selanjutnya adalah menutup pintu kamar (plus dikunci tentu saja), lantas kami berlatih membuat kerudung pengantin yang indah.

Saat itu awal tahun 2008, belum ada buku panduan untuk kerudung seperti masa sekarang. Saya terkadang ‘cemburu’ dengan kalian yang menikah setelah tahun 2009, karena saat itu saya akui bahwa model kerudung pengantin sudah sangat beragam dan super cantik.

Yusi tentu saja hadir ke lampung untuk akad dan resepsi saya. Yusi yang belum pernah keluar dari pulau jawa, belum pernah melintasi laut, hadir ha-nya un-tuk pernikahan saya.
Bukankah itu sangat manis sekali?
Ah, betapa indahnya mengingat Yusi, Galuh, dan Al dapat hadir saat itu.

2 Juli saat saya perawatan di salon, mereka tiba di Lampung.
3 Juli saat keluarga Mj hadir mmbw hantaran, mereka bertiga mendampingi saya.
Sore harinya, saat pembuat ‘heena’ tangan datang, mereka bertiga pula yang menemani sampai tangan saya penuh oleh ‘tatto’.
Malamnya, galuh menyuapi saya makan karena tangan saya belum selesai utk dihias.
4 Juli, mereka hadir dalam Akad saya di Islamic center rajabasa.
4 Juli sorenya, Galuh melangsungkan proses LAMARAN di bandar jaya. Bujang yang beruntung itu (dan kini menjadi sahabat saya) bernama Fajar.
5 Juli, resepsi saya dan MJ diberlangsungkan di salah satu gedung wilayah pahoman.

Wah wah wah wah..betapa panjang saya telah menulis tentang kamu, yusi.
Padahal saya belum cerita betapa kamu sangat membantu saya dalam statistik Skripsi dan tesis saya.
Ruang rindu, memang lagu untukmu.
Note :
walau disini saya hanya berbicara tentang Ayah, Cindra, Getta, Yusi, Galu, dan Al,
bukan berarti hanya itulah kenangan  berkesan yang saya miliki.
Masih banyak nama dan tempat yang selalu membuat hati saya hangat.
Terimakasih kawan, sahabat...telah mewarnai dan membuat jejak kalian masing-masing dalam hidup saya.

Komentar

Postingan Populer