Gerbang 30 tahun.....


Oktober 2012 ini, saya akan genap 30 tahun.
(ehem) Usia yang katanya matang untuk seorang wanita.

Bila gadis remaja nampak cantik karena ‘kulit kacangnya’ dan jam  terbang icip icip asam garam yang belum mumpuni,
maka usia saya besok adalah (katanya) untuk masa kecantikan dan keanggunan seorang yang telah bertemu lebih banyak pengalaman kehidupan.

Pengalaman kehidupan bahwa Hati saya pernah dipatahkan dalam cinta dan persahabatan.
Bahwa hati saya pernah di opname untuk kembali pulih dan menerima cinta serta persahabatan yang baru.
Hati saya pun pada
akhirnya bertemu dengan cinta yang lebih amazing,
perkawanan yang baru,
persahabatan yang baru
,
petualangan dan kekonyolan ‘dewasa’ yang baru.

Dan di usia 30 tahun ini, saya akan mengawali dengan berterimakasih pada diri saya di umur 23 tahun silam.
7 tahun yang lalu, nampaknya adalah masa puncak di fase
‘remaja akhir’ saya .
Bagaimana tidak, Kondisi kulit saya sedang prima.
Kolagen masih melimpah.
Selera humor saya dalam kondisi puncak, sehingga keceriaan tampak dengan mudahnya dalam setiap ekspresi dan tingkah laku.

Vitalitas saya Ok,
Mata saya masih memiliki energi ‘Alkanine’ saat bertatap muka dengan orang-orang,
Hati saya penuh dengan cinta dan petualangannya.
Maka wajarlah bila yang terkenang bagi orang-orang yang mengenal saya di usia tersebut, tidak jauh dari sosok sukma yang enerjik, ceria, lucu, dan menyenangkan.
(Ah, saya tetap merasa bahwa : betapa menggemaskannya usia 23 tahun bagi seorang wanita)

Dan di usia 23 tahun itu pula lah saya berjanji pada diri saya untuk terus --menjaga dan merawat-- apa yang saya miliki di masa tersebut.

Tidak saya pungkiri, merupakan ‘kebahagiaan’ sendiri saat orang asing yang saya temui (tatap muka) dalam beberapa acara menebak umur saya saat ini adalah 25 tahun.
Well, itu artinya minyak zaitun, vitamin E & pelembab yang saya pakai selama ini direspon dengan baik oleh kulit saya.
Itu artinya pula, energi saya yang terlihat oleh mereka masih layak untuk dikategorikan sebagai wanita usia 25 tahun.
Bukankah energi kebahagiaan selalu berhasil membuat seseorang tampak selalu ‘muda’? (begitu yang saya baca di majalah, dan saya temui saat berhadapan dengan orang-orang yang berbahagia).

Mungkin itu pula sebabnya dalam dunia ‘maya’, saya sendiri  tidak pernah takut memampang ‘tahun kelahiran saya’.
Saya juga
tidak menyembunyikan wajah saya.
Saya selalu berusaha tidak menyembunyikan apapun (dalam arti, apa yang saya tulis di Status, di komentar, di chat, adalah isi sejujurnya kepala dan hati saya)
karena bagi saya, dunia maya adalah
cerminan sejujurnya saya di dunia nyata. Tidak ada untungnya untuk tampil PALSU di dunia nyata maupun maya.

Saat di dunia nyata saya adalah orang yang responsif (emmm, atau tepatnya impulsif saja ya?), maka di dunia maya sayapun akan nampak jelas terbalut dalam pribadi tersebut.
Bila di dunia nyata saya tidak segan menolak untuk (memilih) tidak berteman dengan orang-orang yang bisa membawa dampak buruk, maka di dunia maya pun saya tidak perlu merasa kasihan dan tak perlu merasa menyesal  dengan menolak beberapa pertemanan.

Saya hanya ingin belajar.
Belajar untuk jujur dan memastikan orang-orang yang mengenal dan berhubungan perkawanan dengan saya, dapat menangkap pribadi saya secara utuh dan real.
Karena, bila dikemudian hari kesempatan untuk bertemu di dunia nyata itu terjadi, maka sesungguhnya akan ada kejujuran diantara kita(duile)


^.^
Finnally,
Saya memang bahagia saat murid-murid usia SMA menyatakan bahwa saya masih ‘muda’ untuk menjadi kawan mereka. Bahkan termasuk hadir bersama di party-party mereka sebagai pendamping.
Saya juga ‘tersanjung’ saat  kalian merespon bahwa saya lebih muda dari usia 30 tahun yang akan saya masuki, terlebih dengan alasan karena ‘performa’ (bukan sekedar fisik) yang kita percikkan bersama dalam interaksi komunikasi.

Walau, sesungguhnya saya sangat sedih bila kelak ada yang menyatakan –sikap- saya masih seperti teenager. Hehehe....bukan apa-apa sih, karena bila itu terjadi (karena sejauh ini tidak &  ‘plis jangan sampai’ terjadi pada saya), itu artinya saya memiliki ‘keterlambatan dalam suatu fase perkembangan psikologis.
Dan semua yang berhubungan dengan keterlambatan itu bukanlah hal yang ideal.
Usia 30 tahun, dan berapapun usia saya kelak....
Saya berharap dapat tetap menjadi
tempat yang nyaman bagi siapapun yang membuka tangannya dengan tulus untuk berinteraksi dengan saya.
Baik itu para Bayi, anak-anak, remaja, dewasa awal, dewasa akhir, bahkan manula.
Karena untuk menjadi ‘kawan’, toh kita tak harus sebaya
^.^

Selamat datang 30 tahun!

Note :
Yang belum berhasil saya atasi sampai saat usia 30 tahun ini  adalah, untuk kembali ke berat badan saya di usia 25 tahun. 48 kg. Before Pregnant.
Dan setiap saya menjadi desperate karena urusan Berat badan, ucapan MJ bahwa : Di stretch marck  dan otot yang mengendur itulah..Insya Allah kelak mereka akan menjadi saksi bahwa saya pernah melalui rangkaian keajaiban mengandung bayi yang cantik. Melahirkannya. Dan memberinya hak atas  ASI eksklusif.
Yeah : tubuh saya bisa dipastikan tidak akan pernah muda.
Namun saya yakin akan tetap mampu merawat mudanya Passion saya.
Aiiih !

Note kedua :
Tentu saya pernah ‘sedikiit’ KHAWATIR bagaimana bila kelak Pic dan data dipergunakan dengan tidak bijak oleh orang lain. Tapi saya kembali berfikir simpel bahwa toh semua tindak kejahatan bisa saya tuntut di ranah hukum.
Maka, satu-satunya pihak yang harus khawatir adalah pelaku kejahatan itu sendiri.

Komentar

Postingan Populer